
Lewat Tiga Kali Operasi Pasar, Pemkab Sleman Guyur 25 Ribu Liter Minyak Goreng
- SLEMAN, Jogjaaja.com - Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menjelaskan pada Januari telah melakukan operasi pasar sebanyak tiga kali.Operasi pasar ini telah ber
Sleman
SLEMAN, Jogjaaja.com - Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menjelaskan pada Januari telah melakukan operasi pasar sebanyak tiga kali.
Operasi pasar ini telah berhasil mendistribusikan lebih dari 25.000 liter minyak goreng bagi masyarakat kurang mampu, UKM dan UMKM binaan Pemkab Sleman.
Hal tersebut terungkap saat melakukan rapat koordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sleman pada Selasa (5/4).
Rapat ini guna memastikan persediaan bahan pokok, kelancaran distribusi dan keterjangkauan harga selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri.
Dari rapat koordinasi tersebut, disimpulkan bahwa ketersediaan komoditas bahan pokok di Kabupaten Sleman selama bulan Ramadhan sampai dengan Hari Raya Idul Fitri 1443 H tercukupi.
- Tips Memilih Makanan Sahur Agar Tidak Lemas Saat Puasa
- Raih SAKIP Berpredikat AA, Pemda DIY Bantu Susun Acuan Manajemen Pemerintahan
- Enam Cerdik Jaga Daya Tahan Tubuh Selama Ramadan
Selain operasi pasar, lanjut Danang Pemkab Sleman juga melakukan pemantauan gabungan bersama Satgas Pangan Polres Sleman dan DPRD Sleman.
“Melalui kesempatan ini mari kita sampaikan ke masyarakat bahwa ketersediaan bahan pokok masih aman, agar masyarakat tidak melakukan panic buying dan tidak perlu mengalami kekawatiran kemudian melakukan belanja besar-besaran. Selain itu saya juga mengharapkan peran serta aktif para pelaku usaha untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan kebutuhan masyarakat dengan menyediakan stok yang cukup,” kata Danang.
Rapat Koordinasi TPID ini turut dihadiri oleh sejumlah stakeholder, diantaranya Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bagian Perekonomian, Pertamina, Bulog, Organda, Hiswana Migas dan Badan Pusat Statistik.
Berdasarkan data Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman yang disampaikan dalam rapat tersebut adalah bahwa per tanggal 31 Maret 2022 pasokan stok daging sapi dan bawang merah menjadi perhatian dikarenakan ketersediaannya terbatas. Sedangkan stok beras, jagung, daging ayam ras, telur ayam ras, cabai merah, cabai rawit, bawang putih dalam keadaan surplus.
Sementara data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, menyebut bahwa keterjangkauan harga beberapa komoditas mengalami kenaikan, namun masih masuk dalam kerangka acuan harga pemerintah.
Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga di antaranya adalah telur ayam ras, cabai merah keriting, cabai rawit merah serta bawang merah.
Dari Pertamina juga melaporkan bahwa ketersediaan stok BBM di wilayah Sleman masih tercukupi. Begitu juga dengan ketersediaan LPG yang dilaporkan dalam keadaan aman. Namun, yang menjadi catatan adalah terdapat tren konsumsi BBM peralihan dari pertamax ke pertalite yang disebabkan dengan kenaikan harga pertamax yang terjadi baru-baru ini.
Sementara itu, Bulog turut menyampaikan bahwa komoditas tepung terigu dan gula pasir cenderung mengalami kenaikan harga jelang Hari Raya Idul Fitri. Meski begitu, untuk ketersediaan stok keduanya dilaporkan tercukupi.
Rapat Koordinasi ini rencananya akan ditindaklanjuti dengan tinjauan ketersediaan harga dan distribusi bahan pokok masyarakat di sejumlah pasar dan pusat perbelanjaan oleh TPID Kabupaten Sleman.
- Lima Embung di Provinsi DIY Rampung Dibangun, Apa saja?
- PEM Akamigas Terima 2 Penghargaan dari KPPN Purwodadi
- AS Sukses Uji Rudal Hipersonik, Rusia Dianggap Remeh
- Warung Pintar Kembangkan Pilar Dampak Sosial untuk Dukung Pencapaian SDGs di Indonesia
Pemantauan tersebut dirancanakan pada pekan depan atau pertengahan bulan Ramadhan. (*)
