Perbankan

LPS Pertahankan Bunga Penjaminan 4,25 Persen

  • Jakarta, Jogjaaja.com — Ketua Dewan Komisioner (DK) Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, LPS tetap mempertahankan tingkat bunga
Perbankan
Ties

Ties

Author

Jakarta, Jogjaaja.com — Ketua Dewan Komisioner (DK) Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, LPS tetap mempertahankan tingkat bunga penjaminan (TBP) pada level 4,25 persen  untuk  bank umum dalam simpanan rupiah.

Sementara untuk bank umum dalam simpanan valas sebesar  2,25 persen. Serta untuk  bank perekonomian rakyat (BPR) yakni 6,75 persen. Tingkat bunga penjamin tersebut berlaku sejak 1 Februari 2025 sampai dengan 31 Mei 2025.

“ Keputusan ini mencermati dinamika kinerja perekonomian, perbankan, dan pasar keuangan, serta mempertimbangkan hal-hal lain,” kata  Ketua Dewan Komisioner (DK) LPS Purbaya Yudhi Sadewa pada acara konferensi pers di Jakarta, Kamis (23/1).

Dikatakan, keputusan penetapan  ini juga , respon penurunan suku bunga simpanan yang masih terbatas. Kondisi likuiditas dan upaya memberikan ruang pengelolaan suku bunga.

Selain itu, tingkat cakupan penjaminan simpanan yang masih memadai (nominal dan rekening). Serta, memperkuat stabilitas sistem keuangan dan antisipasi risiko terhadap volatilitas di pasar keuangan.

Menurutnya, keputusan kali ini dipertimbangkan berdasarkan respons penurunan suku bunga simpanan yang dinilai masih terbatas hingga tingkat cakupan penjaminan yang masih memadai. LPS juga  memberikan ruang bagi perbankan dalam pengelolaan likuiditas suku bunga. “Usai penetapan tingkat bunga penjaminan pada periode September 2024, LPS secara berkelanjutan memantau tren perkembangan suku bunga perbankan,” jelasnya.

Apalagi  adanya tren penurunan suku bunga pasar rupiah sebesar 5 basis poin (bps), dan diperkirakan berlanjut menyusul pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) ke level 5,75 persen belum lama ini.

Purbaya juga mengatakan, hingga Desember 2024 jumlah rekening bank umum yang dijamin LPS sebesar 99,94 persen atau sekitar 608.850.379 rekening.

Adapun jumlah ,  masyarakat yang menabung  antara  Rp 1 juta hingga Rp 100 juta mengalami kenaikan 5 persen pada Desember 2024. Atau meningkat dari tahun 2023 yang mencapai 3,2 persen.

“Masyarakat yang menabung di bawah Rp 100 juta pada Desember 2023 hanya 3,25 persen. Pada tahun 2024 mencapai  5 persen. Pertumbuhan ini sejalan dengan menurunnya tingkat kemiskinan di Indonesia pada September 2024,” tegasnya.

Sementara masyarakat yang   menabung diatas Rp 5 miliar yakni 3,99 persen. Pertumbuhan ini dinilai kecil dari tahun 2023 yang mencapai 3,51 persen."Jadi secara umum tumbuhnya lumayan, walaupun masih kisaran di bawah 5 persen yang di atas Rp 5 miliar, tapi membaik dibandingkan tahun lalu," ujarnya.  (Lmg)