
Majukan Sektor Pertanian, Pemkab Bantul Canangkan Program IP 400
- BANTUL, Jogjaaja.com - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul mengadakan Koordinasi dan Konsolidasi Program Indeks Pertanaman (IP) Padi 400 di Ru
Bantul
BANTUL, Jogjaaja.com - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul mengadakan Koordinasi dan Konsolidasi Program Indeks Pertanaman (IP) Padi 400 di Ruang Pari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul, Joko Waluyo, S.Pt., M.Si., dalam sambutannya mengatakan mulai Tahun Anggaran 2021, Pemerintah Kabupaten Bantul, khususnya di bidang pertanian memiliki program besar, yaitu Indeks Pertanaman (IP) Padi 400 atau lebih mudahnya tanam padi dalam waktu 1 (satu) tahun dengan melibatkan banyak pemangku kepentingan.
Menurut Joko, latar belakang adanya IP 400 adalah untuk peningkatan indeks pertanaman, yang biasanya kita tiga kali (penanaman padi), harapannya nanti kita bisa empat kali dengan mengutamakan varietas Genjah.
“Perlu koordinasi menyeluruh untuk memastikan dijalankannya peran dari masing-masing pemangku kepentingan secara terintegrasi, sehingga program IP 400 ini dapat meningkatkan produksi beras dan pendapatan petani, ” lanjut Joko.
Melanjutkan apa yang dibicarakan oleh Joko Waluyo, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, yang diwakili oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan, Andi Nawa, S.P., M.P., mengatakan bahwa IP 400 adalah program Nasional. “Harapannya semoga apa yang disampaikan oleh Pak Joko Waluyo terkait program IP 400 ini bisa dikoordinasikan ulang sehingga nantinya Kabupaten Bantul dapat menjadi pioneer pertanian di Indonesia, ” ucap Andi Nawa.
Sementara itu Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih memaparkan sesuai statistik ekonomi Badan Pusat Statistik (BPS) ada 5 atau 6 sektor di Kabupaten Bantul yang tumbuh secara positif, diantaranya adalah sektor pertanian. Jadi pelajaran yang bisa dipetik dari statistik ekonomi bahwa sektor pertanian adalah sektor yang tahan terhadap guncangan.
“Tanpa ragu-ragu, saya memutuskan di dalam RPJMD, sektor pertanian adalah sektor yang saya prioritaskan disamping sektor pariwisata. Alasanya, pertama sektor pertanian adalah sektor yang tahan terhadap resesi ekonomi."
- Bukalapak Tanggapi Pengunduran Diri Rachmat Kaimuddin dari Jabatan Direktur Utama
- Sekda Lepas Ekspor Sebesar Rp22,4 Miliar, Komoditas Pertanian Jadi Andalan Pertumbuhan Ekonomi DIY
- Download Lagu MP3 dari YouTube Gratis Tanpa MP3 Juice, Begini Caranya
"Kedua, sektor pertanian dihuni oleh sebagian besar penduduk di Kabupaten Bantul. Ketiga, sektor memiliki kontribusi terhadap PDRB dengan jumlah yang signifikan, " tutur Bupati Bantul. (*)
