Jogja

Malam Tahun Baru, Malioboro Dipastikan Terbuka

  • YOGYA, Jogjaaja.com - Perayaan malam Tahun Baru yang biasanya banyak dilakukan di area Tugu, Malioboro dan Keraton dipastikan bisa dinikmati warga dan wisatawan
Jogja
Ties

Ties

Author

YOGYA, Jogjaaja.com - Perayaan malam Tahun Baru yang biasanya banyak dilakukan di area Tugu, Malioboro dan Keraton dipastikan bisa dinikmati warga dan wisatawan pada akhir tahun nanti.

Polisi memastikan area itu tidak bakal ditutup meski masih dalam suasana pandemi Covid-19.

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro menerangkan, kawasan Tugu, Malioboro dan Keraton bakal dibuka penuh untuk kendaraan bermotor dan pengunjung pada malam pergantian tahun nanti. Khusus pada malam tahun baru, aturan Malioboro bebas kendaraan bermotor bakal ditiadakan.

Kebijakan ini ditempuh untuk meminimalkan penumpukan manusia. Pihaknya lebih memilih penumpukan kendaraan di jantung kota Yogya itu dibandingkan kerumunan pengunjung. Polda DIY disebut juga telah menyetujui aturan itu.

"Pada hari Jumat malam tahun baru kita tidak akan melakukan penutupan, Malioboro tetap dibuka. Kalau biasanya Malioboro tutup bagi kendaraan bermotor pada pukul 18.00-21.00 wib, pada 31 Desember malam nanti tidak akan ada penutupan mulai dari Tugu sampai Nol KM," kata Kapolresta, Rabu (22/12).

Meski demikian, polisi bakal menerapkan rekayasa dan manajemen lalu lintas di seputaran area Malioboro. Di lain hal, kendaraan yang melintas di kawasan Malioboro ditegaskan pula tidak boleh berhenti. Hal ini guna mencegah adanya penumpukan dan antrean kendaraan.

"Konsepnya semua harus tetap berjalan dan tidak boleh berhenti atau menurunkan dan menaikkan penumpang tidak ada, nanti akan kita siapkan juga anggota untuk melakukan penjagaan, karena sekali saja berhenti pasti akan langsung menumpuk panjang," imbuhnya.

Menurut dia fenomena macet di kawasan Malioboro utamanya disebabkan oleh para ojek online (ojol) dan taksi online yang kerap menurunkan dan menaikkan penumpang di seputaran Malioboro mall. Hal ini bisa dilihat dari kepadatan Jalan yang relatif lengang ketika pengendara melaju ke arah selatan setelah area Malioboro mall.

"Ojol tidak boleh menaikkan dan menurunkan penumpang di Malioboro mal, kalau ke selatan depan Hotel Mutiara atau Kepatihan silahkan, karena titik macetnya pasti di sana terus, apalagi Jalan Perwakilan sekarang masih dibongkar tidak ada pemecah jalan lagi. Jadi mau tidak mau depan Malioboro mal akan kita barikade full tidak boleh ada kendaraan yang berhenti," kata dia.

Purwadi menjelaskan, nantinya polisi bakal menerapkan rekayasa lalu lintas di area Jalan Mataram menuju Malioboro dan Jalan Abubakar Ali menuju Malioboro. Persilangan Jalan di area gardu anim nantinya bakal disekat untuk menghindari kemacetan. Pengendara hanya bisa masuk ke Jalan Malioboro melalui Jalan Mataram.

"Di depan gardu anim sampai Posko Gumaton akan kita barikade karena macetnya itu pasti antara pertemuan dari utara ke selatan yakni dari orang yang lewat Jalan Abubakar Ali ke Malioboro dan dari arah Jalan Mataram yang masuk ke Abubakar Ali, itu nanti kita potong langsung," kata Purwadi. (Anz)