
Mana yang Lebih Dingin, Kutub Utara apa Kutub Selatan?
- YOGYA, Jogjaaja.com - Bagi awam, tidak ada perbedaan yang berarti antara Kutub Utara dan Kutub Selatan. Mereka sama sama-sama poros putaran Bumi, sama-sama dili
News
YOGYA, Jogjaaja.com - Bagi awam, tidak ada perbedaan yang berarti antara Kutub Utara dan Kutub Selatan. Mereka sama sama-sama poros putaran Bumi, sama-sama diliputi es, dan sama-sama menjadi titik suhu terendah di Bumi.
Namun, persamaan yang disebutkan terakhir melahirkan pertanyaan sepintas, kutub mana yang lebih dingin?
Melansir laman Live Science, data Institut Oseanografi Woods Hole menunjukkan bahwa Kutub Selatan memiliki temperatur -60 derajat celsius pada musim dingin. Sementara, temperaturnya pada musim panas tercatat berada di angka 28,2 derajat celsius.
Di sisi sebaliknya, Kutub Utara memiliki temperatur mencapai -40 derajat celsius pada musim dingin dan 0 derajat celsius pada musim panas.
Ilmuwan dari Columbia University menjelaskan faktor geografis yang menyebabkan perbedaan temperatur ini.
Menurutnya, perbedaan lanskap atau bentang alam sangat berpengaruh mengapa ada perbedaan suhu yang sangat rendah antara dua kutub ini.
"Kutub Utara adalah samudera, sementara Kutub Selatan berbentuk benua," ujarnya kepada Live Science, dikutip Minggu (19/6/2022).
“Arktik [wilayah di sekitar Kutub Utara] adalah lautan yang dikelilingi pulau. Sementara, Antartika adalah benua yang dikelilingi lautan,” sambungnya.
Menurutnya, air mendingin dan menghangat lebih lambat daripada daratan.
Alhasil, temperatur yang ekstrim sedikit terjadi di Arktik. Meskipun Arktik ditutupi es, temperatur airnya relatif hangat sehingga membuatnya lebih panas daripada Antartika.
Lebih lanjut, perbedaan level ketinggian keduanya juga menjadi penyebab Kutub Selatan lebih dingin. Mengutip Climatekids.
NASA, Arktik berada selevel dengan lautan, sementara Antartika adalah benua tertinggi dengan rata-rata elevasi mencapai 2.300 meter.
Kutub Selatan juga punya lapisan es lebih tebal daripada Kutub Utara. Mengutip NSF.gov, lapisan es di Antartika memiliki kedalaman hingga 4,8 km.
Lapisan itu menutupi 13,7 juta kilometer persegi wilayah Antartika. Jumlah itu sama dengan luas wilayah Amerika Serikat digabung dengan Meksiko.
"Saking tebalnya, volume dan massa dari es di daratannya berubah hanya sedikit di musim panas karena pecahan di musim dingin," kata ilmuwan iklim kutub di University of Washington, Cecilia Bitz, yang dikutip Minggu (19/6/2022).
Meski memiliki lapisan es yang besar, menurut Worldwildlife.org, perubahan iklim telah mengakibatkan hilangnya massa lapisan es Antartika dengan cepat.
Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2022 mengungkapkan, bahwa pencairan gletser dari lapisan es Antartika menyumbang sebagian besar dari total kenaikan permukaan air laut di Samudra Selatan.
- Serial Negeri Jiran Melur untuk Firdaus Curi Perhatian, Ceritanya Mirip Wedding Agreement?
- Konser Berujung Ricuh, Panitia Malam Ambyar Kelompok Musik Strada di Sky Seven Lippo Plaza Yogyakarta Minta Maaf
- Waduh, Shopee Ikutan PHK Massal untuk Rampingkan Biaya Operasional
Sementara di Kutub Utara, perubahan iklim membuat Bumi kehilangan es laut Arktik dengan kecepatan hampir 13 [ersen per dekade, dan selama 30 tahun terakhir, es tertua dan paling tebal di Arktik telah menurun hingga 95 persen. (*)
