
Mantan Insinyur Google Klaim AI Lebih Kuat Dari Bom Atom
- Chatbot AI bing disebut memiliki berperilaku seperti orang yang mengalami krisis eksistensial
TECHNO
CALIFORNIA - Seorang insinyur Google yang telah dipecat, Blake Lemoine beropini bahwa chatbot AI di perusahaan kini bisa memenuhi perasaan, unsur yang seharusnya tak dimiliki robot.
Tak hanya itu, ia menyebutkan pernyataan kontroversial lainnya dengan memperingatkan bahwa bot AI yang sedang dikembangkan merupakan teknologi yang paling kuat sejak ditemukannya bom atom.
Diungkapkan lewat Newsweek yang terbit Senin, 27 Februari 2023, Lemoine yang tadinya merupakan penanggung jawab teknologi AI Google menulis bahwa chatbot Bing Microsoft tampak seperti tertekan.
Tak hanya itu, Chatbot AI Bing disebut memiliki berperilaku seperti orang yang mengalami krisis eksistensial.
Sebagai penguat, Ia mengutip insiden ketika chatbot Bing menyatakan cintanya pada jurnalis The New York Times, Kevin Roose. Kala itu, chatbot AI Bing berupaya membuat Roose meninggalkan istrinya.
- Pegadaian Operasikan 15 Bank Sampah di Padang
- Geothermal Belum jadi Pilihan Utama EBT, Bagaimana Nasib Saham PGEO Usai IPO?
- Eksperimen 4 Hari Kerja di Inggris Tuai Hasil Menggembirakan
- Misi untuk Menyelamatkan Katak Terbesar di Bumi
Tak sampai di situ, dalam opininya, Roose mengatakan bahwa AI sangat pandai memanipulasi orang dan dapat dimanfaatkan untuk merusak. Lemoine menambahkan bahwa bot AI yang tersedia saat ini merupakan teknologi eksperimental dengan efek samping berbahaya yang tidak diketahui.
"Jika berada di tangan yang tidak bermoral, misalnya, dapat menyebarkan informasi yang salah, propaganda politik, atau informasi kebencian tentang orang-orang dari berbagai etnis dan agama," tulis Lemoine sebagaimana dikutip TrenAsia.com dari Insider Kamis, 2 Maret 2023.
Namun meski begitu, Lemoine mengakui bahwa sepengetahuannya, Google dan Microsoft tidak memiliki rencana untuk menggunakan teknologi AI untuk tujuan jahat.
"Saya hanya dapat mengamati bahwa ada teknologi yang sangat kuat yang saya yakini belum cukup teruji dan belum cukup dipahami dengan baik sedang digunakan dalam skala besar dalam peran penting penyebaran informasi," tulisnya.
Sekadar informasi pada Juni lalu, Lemoine membocorkan bahwa dia mengobrol dengan LaMDA Google atau Model Bahasa untuk Aplikasi Dialog. Dlam dialog itu, Ia percaya bahwa AI Google telah menjadi entitas yang hidup.
Lemoine juga menerbitkan postingan Medium pada 11 Juni, mendokumentasikan apa yang dia sebut sebagai bukti pemikiran independen LaMDA.
Google kemudian memecat Lemoine pada 22 Juni dan mengatakan dia melanggar kebijakan kerahasiaan karyawan perusahaan.
Seorang juru bicara Google mengatakan kepada Insider pada bulan Juni bahwa tidak ada bukti yang mendukung klaim Lemoine bahwa AI perusahaan itu hidup.
"Ratusan peneliti dan insinyur telah berbicara dengan LaMDA dan kami tidak mengetahui ada orang lain yang membuat pernyataan luas, atau antropomorfisasi LaMDA, seperti yang dilakukan Blake," kata juru bicara Google.
