
Mantan Menkeu Ingatkan Bisnis Model Bergeser ke Arah Digitlaisasi
- JAKARTA, Jogjaaja.com - M. Chatib Basri memaparkan tren ke depan pasca pandemi termasuk pentingnya investasi dalam public health.Menurutnya, pandemi telah
Ekonomi, Fintech & UMKM
JAKARTA, Jogjaaja.com - M. Chatib Basri memaparkan tren ke depan pasca pandemi termasuk pentingnya investasi dalam public health.
Menurutnya, pandemi telah membuktikan kesehatan adalah aset sehingga bila sektor kesehatan tumbang, maka sektor ekonomi akan tumbang juga.
Ekonom dan mantan Menkeu periode 2013-2014 ini juga menekankan kegiatan usaha bisa dilakukan dengan hybrid behaviour sehingga akan terjadi perubahan perilaku yang mengurangi operating expenditure seperti berkurangnya perjalanan dinas.
- Usai Sweet Home dan Youth of May, Lee Do Hyun-Go Min Si Ketemu Lagi di Drakor Reincarnation Love
- Gunungkidul dan Bantul Digiyur Hujan Siang ini
- Layanan Lansia Terintegrasi (LLT) Wira Wredha Hadir di Yogya
- Begini Cara Membayar Listrik di Bank BPD DIY Mobile, Mudah dan Praktis
- Presiden Joko Widodo Resmi Perpanjang Status Pandemi Nasional COVID-19
- Inilah Deretan 7 Makanan Termahal di Dunia, Ternyata 2 Diantaranya Berasal dari Indonesia
“Business model harus bergeser ke bisnis digitalisasi.” ujar Chatib Basri saat menjadi pembicara webinar dengan topik “Melihat Peluang dan Melangkah Optimis di Masa Pensiun” pada Selasa (29/12) dengan narasumber dari kalangan pemerintah, swasta dan wirausaha.
Webinar diadakan Alumni Angkatan 1986 Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (sekarang FEB UI) “FEUI 86”.
Talkshow hadirkan nara sumber M. Chatib Basri, Ekonom dan Menteri Keuangan periode 2013-2014; Loto S. Ginting, Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM, Kementerian BUMN dan Komisaris Utama PT Pegadaian (Persero); Firman Yosafat Siregar, Presiden Direktur PT Serasi Autoraya (SERA); Deddy Avianto, Founder Padepokan Karya dan Debora A.N. Bangun, HR Director OVO dan Founder Sei Dalam Bambu dengan moderator Beta Y. Gitaharie, Akademisi dan mantan Pjs Dekan FEB UI.
Webinar bertujuan memberikan gambaran mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi di masa mendatang serta membuka wawasan peserta yang memasuki usia pensiun dapat melakukan perencanaan yang matang.
Pada kesempatan yang sama, Loto S. Ginting, Presiden Direktur Serasa Autoraya menyampaikan pemerintah sudah menyediakan banyak insentif mendukung segmen UMKM, diantaranya dengan mendirikan Rumah BUMN.
Sebagai profesional di kalangan swasta, Firman Yosafat Siregar memaparkan pentingnya memiliki kompetensi beragam atau multiple competence, karena single competence tidak cukup untuk menghadapi tantangan era saat ini.
Mewakili kalangan wirausaha, Debora A.N. Bangun membagi pengalaman sebagai profesional yang terjun menjadi wirausaha dan mengingatkan agar jangan pernah menggunakan ‘last money’ seperti uang pensiun sebagai modal untuk berusaha pasca pensiun.
- Jangan Ketinggalan, Ini Link Nonton Drakor Moonshine Legal dan Gratis Tanpa di Drakorindo
- Kuliner Jogja: Grand Opening Cabang Baru di Sagan, Ayam Bakar Mas Yogi Berikan Diskon 50%
- Siapa Mau, Mobil Dinas Eks Walikota Yogya Masa HZ Dilelang
Sedangkan Deddy Avianto bagaimana hobby yang ditekuni dengan sungguh-sungguh dapat dimonetisasi dan menjadi usaha yang berhasil.
Usai talkshow, Ketua Alumni FEUI 86, Mohamad Fitriyadi, secara simbolis menyampaikan kontribusi alumni FEUI 86 kepada kalangan UMKM melalui Kepala UKM Center FEB UI, Zakir Machmud. (*)
