
Manunggaling Rasa Jadi Sesi Terakhir Parade Film #8
- MMTC kembali menghadirkan kegiatan pemutaran dan diskusi film di Yogyakarta yang disebut Parade Film #8. Pada parade film kali ini mengangkat semboyan “Reincarn
Tren Leisure
MMTC kembali menghadirkan kegiatan pemutaran dan diskusi film di Yogyakarta yang disebut Parade Film #8. Pada parade film kali ini mengangkat semboyan “Reincarnation Cinema” yang berarti “Rienkarnasi Sinema”.
Tema besar acara ini diambil dari sudut pandang keadaan masa kini, di mana industri perfilman memberikan nuansa baru dan melahirkan karya-karya beragam. Acara ini diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Forum Film MMTC Sekolah Tinggi Multimedia Yogyakarta, sebagai bentuk apresiasi terhadap film, terutama pada film alternative karya anak bangsa.
Parfim#8 dilaksakan selama tiga hari berturut-turut pada tanggal 18-20 Maret 2022, dengan dibagi dalam beberapa sesi penayangan film. Tak hanya sebagai hiburan, dalam kesempatan ini penonton yang hadir dalam acara Parfim#8 juga berkesempatan untuk berdiskusi dengan para pemilik film.
Manungsa (Manunggaling Rasa) menjadi sesi terakhir penyelenggaraan parfim#8 yang diselenggarakan pada 20 Maret 2022 dengan durasi penayangan dua setengah jam sebelum closing film “YOU and I”.
Ada 5 film yang diputar pada sesi ini. Sesi pertama dibuka dengan film “Sengkarut” yang menceritakan bagaimana kelahiran menjadi satu hal yang sangat didambakan, hingga apapun cara yang harus ditempuh akan dilakukan. Kemudian, kelahiran yang telah dinantikan tampil dalam film “Setia Bersamamu” dengan berbagai cerita hidup yang harus dilewati.
Setelah proses kelahiran , hidup akan berjalan hingga menemui fase beranjak dewasa dengan kecemasa-kecemasan yang ditampilkan dalam film “Putri?”. Cinta yang menjadi pelabuhan setiap manusia datang ketika semesta memberikan kesempatan. Dinamika cinta dalam fase kesederhanaan yang ada direalita kehidupan ini diwujudkan dengan film “Pisahan”.
Hingga akhir dari perjalanan hidup akan ditutup dengan kembalinya manusia ketitik awal kehidupan, pada Sang Pencipta, dalam film “Maramba”.
Menurut Nana, salah satu penonton dalam pemutaran Film Manungsa, “Setiap cerita memiliki kesan dan pesan tersendiri, tapi kalau boleh jujur Film Sengkarut dan Maramba berhasil jadi pembuka dan penutup film yang paling menarik.
- Sembada Cerdas Bantu Pembelajaran Siswa Selama Pandemi Covid-19
- Tayang di We TV, Ini Sinopsis Film 17 Selamanya Episode 1: Ajian Keabadian
- Saat Brand Lokal Ikutan ‘Paris Fashion Week’ Lalu Minta Maaf..
"Semua yang diceritakan bisa kita temui di dunia nyata atau bisa dibilang dekat dengan kita. Meski rada bingung di awal tapi tetep enjoy nontonnya”. (Mg-01)
