
Maret-April 2022, Archipelago Hadirkan ‘Sate Treats’ di Sejumlah Hotel
- Sate merupakan hidangan nasional yang berasal dari Jawa dan menempati peringkat ke-14 hidangan terlezat dunia dalam survei World's 50 Most Delicious Foods versi CNN tahun 2011.
Budaya
JAKARTA, Jogjaaja.com - Sate merupakan hidangan nasional yang berasal dari Jawa dan menempati peringkat ke-14 hidangan terlezat dunia dalam survei World's 50 Most Delicious Foods versi CNN tahun 2011.
Archipelago menghadirkan menu sate spesial di hotel-hotelnya selama bulan Maret dan April sebagai bentuk kebanggaan akan kekayaan kuliner nusantara, sekaligus untuk memperkenalkannya kepada khalayak yang lebih luas.
Setiap hotel menyuguhkan jenis sate yang berbeda, seperti Sate Padang, Sate Lilit, Sate Komoh, Sate Ayam, Sate Sapi, Sate Kambing, Sate Kere, Sate Klatak, hingga Sate Domba. Tak hanya sate khas Nusantara, menu sate kreasi Chef hotel pun tersedia seperti Sate Rendang di Quest Hotel Simpang Lima Semarang, Sate Iga Maranggi di The Alana Solo, hingga Sate 1 Meter di ASTON Canggu.
Kiri ke kanan: Sate Festive di ASTON Banyuwangi, Sate Klopo Ondomohen di ASTON Madiun, Sate Ayam Cilacap di favehotel Cilacap
- Tak Terpengaruh The Fed, BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 3,5 Persen
- 'Ms. Marvel' Superhero Muslim Pertama Marvel Studio
- Mau Utang Lunas Semuanya, Segera Ubah Gaya Hidup
Sate di Indonesia sering disajikan dengan kecap manis atau saus kacang dan disertai dengan lontong, sejenis kue beras. Keragaman negara telah menghasilkan berbagai macam resep sate.
Apalagi sate juga memiliki makna sejarah. Karena banyaknya imigran Arab dan Muslim Tamil dan Gujarat dari India ke Indonesia, kata "sate" atau "satai" diduga berasal dari bahasa Tamil. Sate dikatakan telah ditemukan oleh pedagang kaki lima di Jawa pada awal abad kesembilan belas.
“Sejarah Sate sangat mengesankan. Diawali di Jawa pada abad ke-15 dengan pengaruh dari India, telah berkembang menjadi salah satu hidangan nasional Indonesia dan salah satu yang harus kita banggakan. Indonesia telah menciptakan beberapa variasi yang benar-benar lezat, dan Sate adalah warisan kuliner yang harus dilestarikan. Untuk itulah kami memilih tema Sate sebagai menu promosi di hotel kami untuk bulan Maret dan April, kami ingin tamu kami menikmati pengalaman kuliner Indonesia yang sesungguhnya,” ujar John M. Flood, President & CEO dari Archipelago.
Kiri ke kanan: Sate Ayam Plecing di Quest San Denpasar, Sate 1 Meter di ASTON Canggu, Sate Bumbu Gecok di ASTON Pluit
- TPA Piyungan Ditutup, Warga Diimbau Gotong Royong Membersihkan Sampah
- Cegah Stunting, Calon Pengantin Diminta Siap Lahir dan Batin
- RUPS Tahunan, BCA Bagikan Dividen Rp17,9 Triliun
Sate saat ini sudah tidak lagi menjadi makanan rakyat yang dijajakan oleh pedagang kaki lima saja, sejalan dengan perubahan waktu sate kini menjelma menjadi makanan yang dapat dinikmati oleh para kaum elit dan disajikan di restoran-restoran terkemuka.
“Sate adalah metode memasak di mana daging ditusuk, dipanggang, dan kemudian dibumbui. Bahan-bahan yang dipanggang bisa bervariasi dari potongan daging hingga daging cincang yang ditekan pada tusuk sate, sosis, bakso, dan sebagainya. Yakitori dari Jepang, Shish Kebab dari Turki, dan Shashlik dari Kaukasia semuanya adalah hidangan yang mirip dengan sate. Banyak hotel kami menyajikan menu sate internasional, sesuai dengan tema Maret & April kami," tambah Winston Hanes, Director of Operations Archipelago.
Untuk menikmati menu-menu Sate di hotel terdekat dengan Anda, silakan klik tautan berikut https://www.archipelagointernational.com/en/sate-treats.
