News

Masjid dan Katedral Cordoba, Bangungan Bersejarah Dua Agama

  • MASJID Cordoba atau dikenal dengan Mezquita dan Masjid-Katedral Corodoba.Masjid ini merupakan bangunan bersejarah di Spanyol bagi dua agama yang membentuk Andal
News
Ties

Ties

Author

MASJID Cordoba atau dikenal dengan Mezquita dan Masjid-Katedral Corodoba.

Masjid ini merupakan bangunan bersejarah di Spanyol bagi dua agama yang membentuk Andalusia yaitu, Islam dan Kristen.

Sebelum menjadi sebuah masjid, bangunan ini merupakan bangunan gereja yang dibangun oleh bangsa Visigoth.

Sejak 1994 UNESCO telah menetapkan tempat peribadatan ini sebagai salah satu situs warisan dunia. Masjid Cordoba memiliki gaya arsitektur Renaisans.

Berdiri di tanah yang dahulu pernah menjadi ibukota Dinasti Umayah, pemerintah kekhalifahan Islam setelah Khulafaur Rasyidin. Cordoba pada saat itu dikenal sebagai pusat ilmu pengetahuan di dunia, dimana volume kunjungan masyarakat dan pendatang ke perpustakaannya mencapai 400.000 kunjungan.

Melansir Britannica, struktur asli bangunan tersebut dibangun oleh Abd ar-Rahman I selaku penguasa Dinasti Umayyad pada 784 – 786.

Bangunan tersebut kemudian diperbesar pada abad ke-9 dan ke-10, membuat ukuran Masjid-Katedral Cordoba lebih besar dua kali lipat dan membuatnya salah satu bangunan suci terbesar di dunia Islam.

Pada mulanya Masjid Cordoba adalah rumah bagi kuil di Romawi yang kemudian dirubah menjadi gereja Kristen Visigoth.

Pada 711 M ketika bangsa Moor merebut Andalusia, strukturnya lalu dibagi dua bagian dan digunakan sebagai tempat peribadatan umat Kristen juga Islam.

Kemudian, pada 784 atas perintah Emir Abd al-Rahman, gereja tersebut dihancurkan dan pembangunan masjid pun dimulai.

Pembangunan berlangsung selama lebih dari dua abad. Fase terakhir pembangunan terjadi pada akhir abad ke-10. Pada saat itu, kerajaan Islam berada dalam posisi paling kuat.

Untuk memperkuat kekuatan bangsa Moor di wilayah-wilayah Kristen Spanyol, Al-Mansur—prajurit yang ditakuti—memulai serangan melalui utara Spanyol. Saat mereka memasuki Santiago de Compostela, dia memikirkan cara yang cerdas untuk membuat musuh-musuhnya marah.

Pertama, dia menunggangi kuda langsung ke katedral kota dan membiarkan kudanya minum dari bak suci. Selanjutnya, Mansur mengambil lonceng bangunan tersebut dan membawanya ke Cordoba untuk dilelehkan dan dijadikan lampu untuk masjid kota Cordoba.


Pada 1236, Cordoba kembali diambil alih oleh orang-orang Kristen. Raja Ferdinand III segera memerintahkan lentera masjid untuk dibawa kembali ke Santiago de Compostela untuk diubah kembali menjadi lonceng.

Selanjutnya, raja-raja Kristen berikutnya mengubah dan menambahkan beberapa fitur ke masjid tersebut tanpa menghancurkannya.

Alhasil, Masjid Cordoba berubah menjadi Masjid-Katedral Cordoba.
Keindahan arsitektur bangunan yang unik merupakan hasil dari akulturasi budaya barat dan timur, serta sejarahnya yang menarik, membuat Masjid-Katedral Cordoba kini menjadi magnet pariwisata yang begitu menawan.

Meski kini bangunannya telah beralih fungsi menjadi gereja, Namun anda tetap mengunjungi Masjid-Katedral Cordoba dengan membayar tiket masuk sekitar 11 Euro atau sekitar Rp 182 ribu. (Mg-01)