Masjid Syuhada Yogyakarta Bentuk Penghargaan Bagi Pejuang Bangsa
- MASJID Syuhada menjadi salah satu masjid bersejarah yang ada di Yogyakarta yang penuh cerita. Bagaimana sejarah dibaliknya? Simak penjelasannya pada tulisan di
Jogja
MASJID Syuhada menjadi salah satu masjid bersejarah yang ada di Yogyakarta yang penuh cerita. Bagaimana sejarah dibaliknya? Simak penjelasannya pada tulisan di bawah ini.
Berada di Jalan I Dewa Nyoman Oka No. 13, Kota Baru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta yang merupakan markas serta tempat tinggal orang-orang Belanda pada masa itu.
Masjid Syuhada Yogyakarta dibangun pada 1950 sebagai bentuk penghargaan yang diberikan Sri Sultan Hamengkubuwobo IX kepada pejuang yang gugur pada perang kemerdekaan Republik Indonesia.
Masjid ini juga menjadi salah satu masjid Yogyakarta yang memiliki unsur sejarah perjuangan Indonesia melawan Belanda pada saat zaman penjajahan.
Selain itu, pembangunan masjid ini juga ikut mewarnai perpindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke Yogyakarta yang disebabkan oleh agresi militer Belanda pertama.
Nama "syuhada" sendiri jika diartikan dalam bahasa Indonesia berarti pejuang. Disisi lain, pembangunan masjid ini didasari pula oleh persoalan tidak adanya tempat ibadah bagi umat Islam di Kotabaru. Pada saat itu baru ada satu tempat ibadah yaitu, Gereja Kristen Batak Protestan di daerah tersebut.
Dalam proses pembangunannya, Masjid Syuhada mengalami banyak pasang surut dikarenakan kegagalan panitia pada periode pertama dan kedua. Baru setelah panitia periode ketiga pembangunan masjid ini dapat berlangsung lancar.
Beberapa bangunan yang ada di masjid ini dibangun dengan maksud dan tujuan tertentu. Pada lantai utama masjid terdapat lima lubang ventilasi yang menggambarkan rukun Islam. Selain itu, pada lantai utama terdapat pula dua puluh ventilasi udara yang mengandung makna dua puluh sifat Allah SWT. Jumlah tersebut dimaksudkan agar pada peserta didik yang ada selalu mengingat dua puluh sifat Allah.
Pada lantai kedua bangunan Masjid Syuhada terdapat dua pilar peyangga yang menyimpan filosofi hidup bagi manusia yaitu harus menjaga hubungan baik dengan Allah SWT (Habluminallah) dan menjaga hubungan baik sesama makhluk ciptaan Allah (Habluminanas).
Masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah para jamaah namun juga sebagai tempat menanamkan jiwa nasionalisme dan semangat perjuangan para syuhada yang berusaha mempertahankan bangsa Indonesia.
- Pemkot Yogya Minta Perangkat Wilayah Pantau Jam Rawan Antisipasi Klitih
- Honda HR-V Jadi The Best Car Design 2022
- Ahli Ungkap Aplikasi Binomo Bisa Menggiurkan bagi Banyak Orang
Hal ini ditunjukan dengan tanggal kemerdekaan yang dipilih sebagai simbol semangat nasionalisme dalam bentuk jumlah anak tangga utama yang ada di masjid tersebut.
