
Menko Perekonomian: Proyek Strategis Nasional Ciptakan Lapangan Kerja dan Bangkitkan Ekonomi Daerah
- Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan keberadaan Proyek Strategis Nasional (PSN) telah terbukti meningkatkan investasi dan menciptakan lapangan kerja.
Ekonomi, Fintech & UMKM
JAKARTA, Jogjaaja.com – Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan keberadaan Proyek Strategis Nasional (PSN) telah terbukti meningkatkan investasi dan menciptakan lapangan kerja. Di tengah pandemi COVID-19, Proyek Strategis Nasional yang sudah selesai mampu menciptakan lebih dari 11 juta tenaga kerja baik langsung maupun tidak langsung.
"Selain itu investasi pembangunan PSN di berbagai sector bermanfaat bagi pengembangan wilayah dan perekonomian daerah serta memberikan nilai tambah industri. Di sisi lain, kita berharap penyelesaian PSN dapat menimbulkan multiplayer effect secara social dan ekonomi yang akan terus bertambah seiring proses penyelesaian berbagai proyek strategis ke depan,” kata Airlangga Hartarto, saat memberikan sambutan dalam acara Media Gathering Akselerasi Pelaksanaan PSN Untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional Pasca Pandemi yang digelar Kementerian Perekonomian secara luring dan daring, Rabu, 15 Desember 2021.
- Usai Antarkan Max Verstappen Juara, Honda Resmi Tinggalkan F1
- Erupsi Semeru Picu Aktivitas Gunung Berapi Lain? Ini Kata Pakar UNS
- KPPIP: Selama Pandemi, 32 Proyek Strategis Nasional Senilai Rp158,8 Triliun Selesai
Airlangga menambahkan, PSN yang tersebar di berbagai wilayah diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur secara langsung dan mengurangi kesenjangan pertumbuhan pendapatan per kapita dan kesejahteraan tiap daerah secara jangka panjang.
Dalam percepatan penyelesaian berbagai PSN yang dilakukan ini, menurutnya, Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) akan terus mengawal dan melakukan upaya penyelesaian persoalan dari 208 proyek KPPIP serta 10 program PSN.
“Untuk mencapai visi Indonesia maju di tahun 2045, beberapa tantangan yang diperlukan adalah kebutuhan terhadap belanja infrastruktur sebagai penopang kebutuhan ekonomi. Keterbatasan APBN maupun daerah mendorong pemerintah untuk berkolaborasi dengan swasta guna memenuhi kebutuhan belanja infrastruktur pada periode 2020-2024,” lanjutnya.
- Kawasan Pedestrian Titik Nol Kilometer Kembali Dipagari, Ada Apa?
- UGM Peringkat Tiga Kampus Berkelanjutan Terbaik di Indonesia
- Yogyakarta Diguyur Hujan Mulai Siang Sampai Malam
Selain itu, kata Airlangga, pemerintah terus berkomitmen untuk melakukan pembiayaan melalui creative financing agar PSN dapat dilaksanakan dan mengurangi beban APBN terutama untuk infrasturktur. Berbagai regulasi baik itu PP Nomor 42 Tahun 2021 tentang Kemudahan Proyek Strategis Nasional, Perpres Nomor 66 Tahun 2020 tentang KPPIP bekerja sama dengan Lembaga manajemen asset nasional, asset negara, untuk mendukung pengadaan tanah, dan beberapa regulasi turunan dari Undang-undang Cipta Kerja.
“Kita berharap pemulihan ekonomi pasca pandemik akan semakin baik dan pemerintah terus mendorong percepatan Proyek Strategis Nasional guna menjaga pertumbuhan ekonomi yang konsisten ke depan. Kami mengajak seluruh stakeholder untuk mendorong percepatan proyek-proyek strategis nasional tersebut,” urai Airlangga.
Kerja sama tersebut, imbuh Airlangga, tentu mulai dari Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, swasta, dan masyarakat. Airlangga berharap seluruh proyek PSN ini bisa bermanfaat maksimal bagi kepentingan rakyat Indonesia. (*)
