Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki meyakini kehadiran Tjufoo dapat menjadi energi baru dalam upaya memajukan UMKM di Tanah Air.
Ekonomi, Fintech & UMKM

Menkop UKM: Tjufoo Jadi Energi Baru untuk Majukan UMKM di Indonesia

  • Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki menyebut hadirnya Tjufoo, sebuah perusahaan rintisan brand aggregator sebagai energi baru untuk memajukan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia.
Ekonomi, Fintech & UMKM
Tyo S

Tyo S

Author

JAKARTA, Jogjaaja.com – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki menyebut hadirnya Tjufoo, sebuah perusahaan rintisan brand aggregator sebagai energi baru untuk memajukan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Tjufoo, kata Menteri Teten, diharapkan mampu dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk meningkatkan skala usaha mereka, seperti pemanfaatan dana investasi, mentoring berkelanjutan, dan ekosistem digital. 

“Saya mengapresiasi komitmen Tjufoo dalam mempercepat kemajuan pelaku usaha lokal tanah air dalam ekosistem digital yang telah dibangun agar UMKM berbasis digital semakin banyak bermunculan pada 2024. Saya meyakini kehadiran Tjufoo dapat menjadi energi baru dalam upaya memajukan UMKM di Tanah Air,” kata Teten saat peluncuran resmi Tjufoo, Kamis (27/1/2022).

Teten menambahkan, meski memiliki skala ekonomi yang tidak sebesar perusahaan multinasional. UMKM memiliki peran yang sangat penting bagi perekonomian nasional. UMKM merupakan kontributor produk domestik bruto (PDB) Nasional terbesar. 

Sepanjang tahun lalu, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KemenkopUKM) mencatat jumlah UMKM mencapai 64,2 juta dengan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 61,07 persen atau senilai Rp 8.573,89 triliun. Tidak hanya itu, UMKM mampu menyerap 97 persen dari total tenaga kerja yang tersedia serta menghimpun hingga 60,42 persen dari total investasi nasional.

Demi mendorong daya saing UMKM yang terus meningkat ini, pemerintah mencanangkan program digitalisasi dengan target sebanyak 30 juta pelaku UMKM masuk dalam ekosistem digital pada tahun 2024. Meskipun menjadi tantangan yang tidak mudah, program ini harus tetap dilaksanakan demi perbaikan struktur ekonomi nasional yang didominasi oleh sektor usaha tersebut. 

"Saat ini rasio kewirausahaan Indonesia mencapai 3,5%, target pemerintah ratio kewirausahaan di 2024 bisa tumbuh 3,95%. Pemerintah telah menetapkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 2 tahun 2022 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional 2021-2024 tentang kewirausahaan, hal ini diharapkan dapat menjadi terobosan untuk melakukan percepatan ratio kewirausahaan,” kata Teten. 

Di kesempatan yang sama, Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Moeldoko menekankan sekalipun pandemi berakhir, kebutuhan masyarakat akan produk dan layanan online akan tetap atau semakin meningkat. 

“Fakta ini harus kita perhatikan, bila UMKM ingin bertahan, maka harus menerapkan teknologi digital. Dan itu tidak bisa dihindari. Dan ini butuh dukunagn semua pihak. Tjufoo akan memberikan solusi yang komprehensif secara luas dengan saluran digital maupun offline, pemberian dana investasi untuk mengembangan bisnis, mentoring, serta dukungan scalling pengembangan bisnis,” katanya.

Menteri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Sandiaga Salahuddin Uno menyambut baik kehadiran Tjufoo karena berkomitmen memberikan pendampingan dan transfer knowledge untuk UMKM Indonesia. 

“Saya mengapresiasi komitmen Tjufoo untuk bergabung dengan Program Sarinah Pandu untuk mendukung dan meningkatkan bisnis UMKM secara maksimal. Tjufoo memiliki peranan yang sangat unik. Saya yakin Tjufoo mampu berkolaborasi untuk mengapresiasi kreasi Indonesia,” ujar Sandiaga Uno. (*)