
Merajut Asa dari Integrasi 4 Pilar di Kampung Berseri Astra Banyunganti Kidul
- Mendung mengelayut di hampir seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu pagi, 26 November 2022. Namun, suasana nan syahdu itu tak menyurutkan semangat para penggiat lingkungan di Dusun Banyunganti Kidul, Kalurahan Kaliagung, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo.
Ekonomi, Fintech & UMKM
SENTOLO, Jogjaaja.com – Mendung mengelayut di hampir seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu pagi, 26 November 2022. Namun, suasana nan syahdu itu tak menyurutkan semangat para penggiat lingkungan di Dusun Banyunganti Kidul, Kalurahan Kaliagung, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo.
Para penggiat yang merupakan warga Dusun Banyunganti Kidul ini tengah berkumpul di rumah Isna Mansuuroh. Mereka bersama-sama mengasah kreativitas demi memajukan Dusun Banyunganti Kidul melalui Program Kampung Berseri Astra (KBA).
Isna Mansuuroh sendiri merupakan Koordinator KBA Banyunganti Kidul. Di rumah Isna itulah, para warga berkreasi. Ada yang membuat burung kerajinan burung merak dari kaleng bekas, kemudian ada juga yang membuat eco enzim, hingga gula semut. Bahkan di rumah tetangga Isna, sebagian warga membuat batako.
“Banyunganti Kidul terpilih menjadi bagian dari Kampung Berseri Astra. Ini tak lepas dari inovasi produk dan program unggulan kami dengan rumah ramah lingkungan melalui bank sampah. Program unggulan ini untuk meningkatkan ketahanan ekonomi dan bencana,” kata Isna.
Khusus untuk bank sampah, warga Banyunganti Kidul memilih dan memilah sampah. Sampah tersebut bisa dijual kepada pengurus KBA.
“Yang nggak laku justru bisa dijual ke sini. Ada yang untuk kerajinan burung merak, jika sampah tersebut berasal dari kaleng bekas. Sampah-sampah lain bisa dibuat eco enzim, kompos, pot, hingga batako,” terang Isna.
Menurut Isna, kerajinan yang dibuat warga Banyunganti Kidul seperti burung merak bisa dijual hingga Rp300.000 per buahnya. Bahkan kerajinan yang berbahan baku kaleng bekas ini sebagian sudah diekspor.
Meski sudah bisa menjual barang-barang bekas, Isna selalu berpesan kepada warga agar tidak memikirkan uang lebih dulu. Yang utama, kata Isna, adalah warga bisa berproses setidaknya untuk mengurangi dan mengelola sampah.
“Jadi yang utama adalah bagaimana membangun kesadaran warga agar tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu juga, bagaimana mengajak warga untuk memanfaatkan sampah-sampah tersebut menjadi sesuatu yang bisa bermanfaat,” ungkap ISna.
Namun sebenarnya bukan hanya bank sampah yang kemudian dikreasikan oleh warga menjadi berbagai produk, lanjut Isna, Program Kampung Berseri Astra di Banyunganti Kidul didasari atas 4 pilar. Keempat pilar tersebut meliputi kesehatan, pendidikan, kewirausahaan, dan lingkungan.
“Pilar di bidang kesehatan ditandai dengan posyandu, kemudian di bidang pendidikan ada pendidikan anak usia dini (PAUD). Selanjutnya di bidang kewirausahaan, ada banyak pelatihan mengenai kewirausahaan. Sementara di bidang lingkungan ada bank sampah dan kegiatan lingkungan lainnya,” imbuh Isna.
Masyarakat yang terlibat dalam 4 pilar program Kampung Berseri Astra Banyunganti Kidul ini berjumlah sekitar 50 orang. Karena loyalitasnya tersebut, para penggiat dari Dusun Banyunganti Kidul berhak mendapatkan paket sembako berupa beras, minyak goreng, gula pasir, mie instan, susu kental manis, dan sarden dari Astra.

Lurah Kaliagung Sugeng Nugroho mengapresiasi kehadiran Kampung Berseri Astra di Banyunganti Kidul yang merupakan salah satu dusun di Kalurahan Kaliagung. Menurutnya, KBA mendorong warga untuk lebih kreatif dan mengangkat perekonomian mereka.
“Hadirnya Kampung Berseri Astra ini kami harapkan bisa menjadi nilai positif bagi masyarakat, khususnya di Banyunganti Kidul maupun di Kaliagung pada umumnya. Warga bisa berkreasi dan paling tidak mulai terbuka untuk meningkatkan perekonomian mereka melalui kreativitas yang dibangun,” tutur Sugeng.
Apalagi, sambung Sugeng, tingkat kemiskinan di Kalurahan Kaliagung cukup tinggi, mencapai 27 persen. Menurutnya, mayoritas warga Kalurahan Kaliagung bermata pencaharian sebagai petani penggarap. Sementara tingkat pendidikan masyarakat rata-rata adalah SMA dan SMP.
“Harapan kami Kampung Berseri Astra di Banyunganti Kidul bisa berjalan terus dan berkembang dan lebih maju ke depan. Sehingga hal tersebut akan mendorong berbagai macam kegiatan yang mampu menurunkan tingkat kemiskinan di wilayah Kalurahan Kaliagung,” ucap Sugeng.

Astra Ajak Masyarakat Berubah Lewat Kampung Berseri Astra
Kampung Berseri Astra (KBA) adalah program kontribusi sosial Astra yang berkelanjutan dengan fokus pada pengembangan kampung atau kawasan. KBA mengintegrasikan empat pilar pengembangan program yang meliputi kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan.
Corporate Communication PT Astra International Tbk Putri Permatasari menjelaskan dalam menjalankan program ini, Astra melakukan berbagai macam kegiatan yang meliputi pelatihan dan pendampingan, penguatan kelembagaan, bantuan sarana-prasarana dan fasilitas modal, dukungan pemasaran dan pembentukan role model KBA mandiri.
“Kampung Berseri Astra merupakan program yang mengajak masyarakat secara kolektif untuk berinisiatif dan berkomitmen melakukan perubahan bersama dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, baik dalam bidang pendidikan berupa meningkatnya taraf pendidikan dan literasi, bidang kesehatan berupa perilaku untuk hidup lebih sehat serta kesadaran menjaga lingkungan agar bersih dan hijau, hingga meningkatnya standar kesejahteraan masyarakat,” kata Putri dalam keterangannya di Jakarta beberapa waktu lalu.
Selain itu, lanjut Putri, KBA dirancang untuk melibatkan seluruh pemangku kepentingan di suatu wilayah dalam rangka membuat kampung terpilih menjadi lebih sejahtera. Karena itu, hal yang sangat dibutuhkan untuk menjadi KBA adalah adanya komitmen dalam masyarakat untuk terus berinisiatif melakukan program 4 pilar dengan diprakarsai oleh minimal 1 orang yang disebut Local Champion.
“Untuk bergabung dalam KBA, syaratnya adalah mengikuti program seleksi yang disebut Tunas Kampung Berseri Astra (Tunas KBA). Tunas KBA merupakan wadah untuk menyeleksi kampung-kampung yang berkomitmen untuk menjalankan program 4 Pilar dan memiliki para penggerak (Local Champion) yang siap menggerakkan seluruh lapisan masyarakat,” imbuh Putri.
Tujuan dari program Kampung Berseri Astra adalah mewujudkan kampung yang Berseri (bersih, sehat, cerdas, dan produktif). Saat ini, Astra memiliki 170 Kampung Berseri Astra dan 1060 Desa Sejahtera Astra yang tersebar di 34 provinsi. (*)
