
Miliki Produk Unggulan, UMKM Kalimantan Disebut Potensial Tembus Pasar Jepang
- Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) se-Kalimantan menjadikan Pagelaran UMKM Karya Kreatif Borneo yang digelar pada 22-23 Februari 2022 sebagai momen kebangkitan dari pandemi COVID-19. Bahkan para pelaku UMKM ini diajak untuk naik kelas dan memasarkan produk-produk mereka ke luar negeri.
Ekonomi, Fintech & UMKM
BANJARMASIN, Jogjaaja.com – Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) se-Kalimantan menjadikan Pagelaran UMKM Karya Kreatif Borneo yang digelar pada 22-23 Februari 2022 sebagai momen kebangkitan dari pandemi COVID-19. Bahkan para pelaku UMKM ini diajak untuk naik kelas dan memasarkan produk-produk mereka ke luar negeri.
Produk-produk unggulan dari UMKM dari Kalimantan dinilai sangat potensial menembus pasar internasional. Salah satu pasar luar negeri yang bisa menjadi target pemasaran produk-produk tersebut adalah Jepang.
Indra Kesuma Nasution, seorang Kurator dan Agregator Internasional dari Kebun Tech yang berafiliasi dengan ASEAN Nagoya Club (ANC) Japan mengatakan dari hasil kurasi produk-produk UMKM di Kalimantan, ada sejumlah produk yang berpeluang besar untuk menembus pasar Jepang. Produk-produk tersebut diantaranya kain sasirangan, tenun, rotan, dan kayu ulin.
“Permintaan pasar Jepang terhadap produk-produk sejenis cukup tinggi. Namun, untuk bisa masuk ke pasar Jepang, para pelaku UMKM di Kalimantan ini harus mampu meningkatkan kualitas produk mereka. Ini sangat beralasan karena orang-orang Jepang sangat perfeksionis dan kualitas suatu produk sangat mereka perhatikan,” tutur Indra yang juga menjadi salah satu pembicara dalam Karya Kreatif Borneo dalam keterangannya, Kamis (24/2/2022).
- Unik, Prewedding dan Pemotretan Calon Pengantin dan Model Jogja Ini Dilakukan di Pesawat
- Melonjak 29,9 Persen, Maybank Indonesia Raup Laba Bersih Rp1,64 Triliun
- Ahok dan Ridwan Kamil Disebut Calon Kepala Otorita IKN Nusantara
Berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan Jepang, imbuh Indra, saat ini Indonesia menempati urutan ke-12 dalam impor Jepang. Saat ini produk-produk Indonesia hanya berkontribusi 2 persen dari keseluruhan impor Jepang karena sebagian besar merupakan produk migas.
Padahal banyak potensi lain seperti produk kerajinan rotan, tekstil, kain yang bisa dipasarkan ke Jepang. Misalnya saja kebutuhan masyarakat Jepang terhadap produk-produk seperti tekstil mencapai 16,2 persen, sementara produk kayu, bambu, dan rotan berada di angka 14,4 persen. Di Asia Tenggara, Indonesia masih tertinggal dari Vietnam sebagai negara importir produk kerajinan kayu, bambu dan tekstil, kain ke Jepang.
“Saya melihat kain sasirangan dan tenun Kalimantan yang sangat lembut bisa meramaikan persaingan industri tekstil di Jepang karena orang Jepang suka dengan kain-kain seperti itu. Tinggal dimaksimalkan lagi warna dan kerapihannya. Di Jepang, produk-produk tersebut bisa menjadi hiasan dinding, taplak meja, dan pemanis ruangan lainnya. Begitu juga dengan kayu, bambu, dan rotan. Para pelaku UMKM Kalimantan harus bisa membuat desain yang lebih bagus dan rapi dalam pembuatannya,” imbuh lulusan S3 International Development, Nagoya University itu.
Besarnya peluang untuk menembus pasar Jepang membuat banyak pelaku UMKM di Kalimantan tertarik untuk memasarkan produk mereka ke Negeri Sakura. Ketertarikan para pelaku UMKM tersebut mendapat dukungan dari Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan yang menginisiasi Pagelaran UMKM Karya Kreatif Borneo.
- Penghargaan Budaya Kunci Pembentukan Pengurus KMDT DIY
- 750 Warga Pura Pakualaman Ikuti Vaksin Booster
- Jadi Incaran Sri Mulyani Hadiri Gala Premiere Garis Waktu, Begini Sinopsisnya
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan (KPw BI Kalsel), Imam Subarkah menyebut kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 300 UMKM se-Kalimantan tersebut merupakan kampanye untuk menggemakan Gerakan Bangga Buatan Indonesia dan Gerakan Bangga Berwisata di Indonesia. Hal ini juga sejalan dengan rencana pemindahan ibu kota negara (IKN) yang akan semakin memberikan ruang bagi pelaku UMKM di Kalimantan untuk naik kelas.
“UMKM memiliki peran strategis dalam mendorong penguatan ketahanan ekonomi nasional serta penyerapan tenaga kerja. Karena itu, penting untuk terus dilakukan penguatan pengembangan UMKM sebagai basis kekuatan ekonomi nasional,” ungkap Imam. (*)
