
Mudah Diakses, Media Sosial Dekatkan Pemerintah dengan Publik
- BANTUL, Jogjaaja.com - Memasuki era digital, seluruh perangkat daerah di Kabupaten Bantul didorong untuk melakukan transformasi digital sebagai salah satu strat
Bantul
BANTUL, Jogjaaja.com - Memasuki era digital, seluruh perangkat daerah di Kabupaten Bantul didorong untuk melakukan transformasi digital sebagai salah satu strategi untuk memberi pelayanan publik yang prima.
Salah satunya melalui pengelolaan media sosial milik perangkat daerah secara optimal. Terlebih, media sosial kini menjadi wadah paling mudah untuk diakses di manapun dan kapanpun.
Agus Mulyadi, konten creator yang menjadi narasumber dalam acara Jagongan Admin Plat Merah Bantul yang diselenggarakan di Ganjuran Food Court (31/8) menyampaikan, media sosial merupakan cara paling jitu untuk mempopulerkan sesuatu.
- Agar Tepat Sasaran, BPH Migas Usul MyPertamina Jadi Alat Penyaluran Subsidi BBM
- Wajib Diketahui, Transisi Energi Nasional Perlu Modal Besar
- Bawang Merah Picu Yogyakarta Alami Deflasi 0,12 Persen
- Gandeng YPA-MDR, Gilanghajo Jadi Destinasi Wisata Pembatik Cilik
- UGM Dorong Riset Ketersediaan Data Padang Lamun Indonesia
Diantaranya melalui Facebook, WhatsApp, Instagram, Twitter, TikTok, ataupun platform media sosial yang lain.
Terkait hal tersebut, pemerintah sejatinya dapat memanfaatkan media sosial untuk edukasi dan sosialiasasi. Dengan demikian, jurang interaksi antara pemerintah dan publik bisa berkurang. Sehingga masyarakat juga terasa dekat dengan pemerintah.
“Sudah banyak pejabat publik dan akun resmi institusi pemerintah yang mulai menjadikan media sosial sebagai wadah berinteraksi santai. Fleksibel, tapi tidak mengurangi wibawa pemerintahan. Pesan atau sosialiasinya sampai dengan cepat,” jelas Agus.
Agus Mulyadi juga meyakinkan para pengelola akun media sosial milik pemerintah untuk tidak perlu memikirkan foto atau video bagus sebagai konten. Salah satu kunci penting untuk menaikkan atensi publik justru pada konsistensi dan interaksi pada publik.
Dia yakin hal ini akan lebih mudah menyasar publik karena tiap platform media sosial memiliki massa masing-masing.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Bantul, Arif Darwaman mengakui mengelola akun media sosial milik institusi pemerintan memiliki tantangan tersendiri.
- Mengapa Kucing Kerap Memainkan Mangsanya yang Sudah Mati?
- Uang Rupiah Baru Diterawang Tak Ada Tiga Angka Nol, BI Bakal Terapkan soal Redenominasi
- Satu Dasawarsa UU Keistimewaan, Nayantaka DIY AdakanTirakatan Serentak di 392 Kalurahan
Meski demikian, pengelola media sosial milik pemerintah harus tetap konsisten menyediakan konten secara professional. (*)
