
Optimalkan Pemasaran Digital, Bos Uwitan Meubel ini Raup Cuan Sampai Ratusan Juta
- BERMULA dari kecintaan terhadap dunia properti sampai interior suatu rumah, membawa Aji Akbar Titi Mangsa membuka usaha permebelan pada September 2015.Aji demik
Sleman
BERMULA dari kecintaan terhadap dunia properti sampai interior suatu rumah, membawa Aji Akbar Titi Mangsa membuka usaha permebelan pada September 2015.
Aji demikian akrab disapa memanfaatkan garasinya untuk memulai usaha. Saat itu, hanya memiliki dua orang karyawan dan hanya memasarkan pernak-pernik interior rumah.
Misalnya kaca hias atau gantungan baju melalui media sosial mulai Facebook, twitter dan instagram yang kini semakin digemari kalangan milenial.
- Pertamina Jamin Stok BBM Bagi Warga Jateng-DIY Aman
- Dorong Pertumbuhan Industri Komunikasi, APRW Jalin Kerja Sama dengan Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR
- Gandeng Foodcycle Indonesia, Hero Supermarket Edukasi Peduli Sampah Makanan
- Pundong Expo Kenalkan Potensi UMKM Pundong
Aji mengakui produk awalnya adalah hasil produksi mitra yang tidak dibayar oleh pembeli atau wanprestasi. Kemudian barang itu dijual secara online dan saat itu menjadi tonggak awal kelahiran Uwitan.
"Usaha ini diberi nama Uwitan yang berasal dari bahasa jawa uwit yang berarti kayu. Semua perabotan ini berasal dari kayu mulai jati belanda, pinus dan aneka rotan. Sebelum disini (Jl. Baturan Raya No.27, RT.2/RW.19, Area Sawah, Trihanggo, Kec. Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55291) Uwitan beberapa kali pindah. Sempat di Jalan Monjali sampai Jalan Gotong royong," ungkap Aji disela media gathering Jateng-DIY bersama Blibli Kamis (25/8).
Aji menjelaskan sejak awal mengincar pembeli dari Jabodetabek terutama kaum urban yang baru memiliki rumah dan ingin mempercantik istana impiannya dengan produk minimalis. Selain itu, memilih pemasaran secara online.
Namun, sebelum pandemi melayani pembelian secara langsung dan umumnya saat berbelanja interior dilakukan oleh kaum ibu. Sedangkan suami atau kaum Bapak menunggu du mobil atau sambil momong anak sehingga sempat terpikir untuk menambah fasilitas seperti kantin sampai playground.

"Keinginan itu akhirnya terwujud saat Uwitan pindah disini Jl. Baturan Raya No.27, RT.2/RW.19, Area Sawah, Trihanggo, Kec. Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55291). Saya akhirnya masuk di Blibli pada tahun 2017 dan pembelian dilskukan secara online," imbuhnya.
Aji paham betul dan mengoptimalkan setelah betgabung di marketpace ini. Dia telah mempersiapkan semuanya dengan baik mulai dari foto produk, detail keterangan produk termasuk harga. Bahkan, menambah variasi produk seperti tempat tidur, pembatas ruangan, kursi sampai lemari.
"Kendala awalnya adalah saat melakukan pengiriman dan ongkos kirim. Biasanya kan mengirim buat produk kecil-kecil. Saat ini misalnya mengirim sofa dan ongkir ke Semarang saja bisa Rp1 jutaan sehingga calon pembeli saat itu banyak yang melakukan pembatalan," kenang Aji.
Beruntung tim dari Blibli melakukan pendampingan dan menyediakan fasilitas seperti mitra pengiriman terpercaya dan melaukan berbagai program seperti subsidi ongkir, sehingga kendala biaya pengiriman teratasi.
Misalnya pengiriman sofa yang tadinya Rp1 juta turun menjadi Rp500 ribu sehingga bisa melakukan pengiriman dari Aceh maupun Papua dengan ongkir ekonomis. Namun, produk yang dikirim sampai dengan selamat tanpa ada kerusakan sehingga memuaskan konsumen.
"Fasilitas yang diberikan Blibli sangat membantu apalagi saat memasuki pandemi Covid-19. Konsumen banyak memesan pajangan dinding, meja kerja, meja lipat yang bisa dibuat kerja saat berada di kasur. Namun, sampai saat ini pembelian offline mulai normal dan konsumen pada datang langsung kesini (Jl. Baturan Raya No.27, RT.2/RW.19, Area Sawah, Trihanggo, Kec. Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55291," paparnya.
Karena kondisi itu, Aji lalu membangun
ecperience house berupa rumah dua lantai dan calon konsumen mengukur langsung bahkan mencoba produk rumah tangga yang diinginkan. Hal ini untuk mengantisipasi produk yang dipesan terasa kebesaran atau kekecilan saat sudah dikirim sesuai alamat konsumen.

"Experience house ini dibangun sesuai rata-rata ukuran rumah minimalis. Jadi calon konsumen bisa memilih atau mencoba tempat tidur atau lemari susuai tidak dengan ukuran ruangan. Experience house saat ini malah sering disewa oleh conten creator untuk membuat konten menarik yang diinginkan," jelas Aji.
Aji menambahkan lokasi Uwitan yang berada di Yogyakarta ini hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan atau barang sesuai pesanan. Sedangkan proses produksi dilakukan di Tegal dan Cirebon untuk produksi rotan. Sedangkan bahan baku berupa kayu pinus didatangkan dari Kuningan.
"Alhamdulillah Uwitan dari yang awalnya dijual dari sebuah garasi di kawasan Soragan bisa berkembang dengan total 15 karyawan dan rerata pemesanan hingga Rp200 jutaan. Untuk produk semakin beragam dan mengikuti trend. Kami juga menerima custom demi kepuasan pembeli," tandasnya.
Bisnis Relationship Seller Local Brand Area Jogja-Jateng Samsul Arif menjeaskan Uwitan merupakan merk lokal yang mampu memenagkan persaingan dengan usaha sejenis karena memiliki keunikan tersendiri. Selain itu, Uwitan mampu memanfaatkan pemasaran digital dan selalu berinovasi. Terbukti produknya mengikuti trend kekinian seperti rumah korea.
"Pengalaman saya saat berkeliling di Jateng di sentra meubel di Jepara, desainya monoton dan hanya itu-itu saja. Selain itu, tidak mau mengembangkan potensi. Padahal, Kami siap mendampingi samai bisa berjualan online," ungkap Samsul bersama Public Relation Blibli Revan Tanjung dan Darma Habibi sebagai Head Of Branch Central Java.
Samsul menjelaskan pihaknya tetap membantu promosi mitra binaan termasuk anema promo lainnnya. Karena mitra yang sering melakukan atau mengikuti promo berpengaruh ada peningkatan penjualannya. Bahkan, UMKM di Indonesia tidak pernah melakukan riset pasar sehingga terus menerus melaukan produksi padahal produknya itu tidak disukai oleh pasar.

Revan Tanjung menambahkan ermasalahan UMKM lainnya adalah pembukaan aset pasar dan minimnya penggunaan teknologi digital.
“Blibli terus mengarahkan UMKM untuk menggunakan teknologi digital. Terkadang ada UMKM yang punya produk bagus tapi marketnya belum ada. Kita masuk kesini dan memberikan stimulus. ”
- Digugat Eliana Wibowo Rp11 Triliun, Ini Tanggapan Blue Bird
- Raup Cuan dari Bisnis Hotel, Eks Bankir ini Ajak Investor Kembangkan Gunungkidul
- Sukses Kembangkan Wirawisata Goa Pindul, BCA Ingin Berkontribusi di Gunungkidul, The Next Bali
"Padahal penggunaan teknologi digital memperbesar 1,4 kali penjualan dibandingkan offline," tandas Revan Tanjung dan Darma Habibie. (*)
Foto dan Tulisan Ties
