
OVO Menjadi Alat Pembayaran Pilihan UMKM di Indonesia
- JAKARTA, Jogjaaja.com - Kementerian Keuangan Republik Indonesia mencatat, transaksi uang elektronik di Indonesia meningkat dari Rp 2 triliun pada 2012 men
Ekonomi, Fintech & UMKM
JAKARTA, Jogjaaja.com - Kementerian Keuangan Republik Indonesia mencatat, transaksi uang elektronik di Indonesia meningkat dari Rp 2 triliun pada 2012 menjadi lebih dari 100 kali lipat atau Rp 205 triliun pada 2020.
Sejalan dengan hal tersebut, OVO sebagai platform pembayaran digital, rewards dan layanan keuangan terdepan di Indonesia, siap mendukung akselerasi literasi digital dan inklusi keuangan serta Pemulihan Ekonomi Nasional guna mencapai nilai transaksi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2025.
Hal ini ditunjukkan pencapaian gemilang yang ditorehkan oleh OVO, salah satunya menjadi alat pembayaran utama pilihan UMKM di Indonesia.
Harumi Supit, Head of Corporate Communication OVO mengatakan bahwa selama 4 tahun OVO hadir di Indonesia, OVO semakin memperluas jangkauannya dan mendapatkan penerimaan positif dan aktif dari masyarakat.
- Vaksin Jenis Apa yang Cocok Buat Boster?, Begini Penjelasan Pakar Mikrobiologi
- Stok Aman, Harga Tiga Komoditas ini Melambung Dekati Nataru
- RKPD DIY Tahun 2023 Prioritaskan Penanganan Kemiskinan dan Ketimpangan Wilayah Jadi Prioritas
- Pemkab Sleman Serahkan Bantuan Sosial Usaha Ekonomi Produktif dan Pangan
- Kalahkan Google, Tiktok Jadi Situs Paling Populer Sepanjang Tahun 2021
- TrenAsia.com Sumbangkan Seluruh Hasil Pendapatan Google Adsense untuk Anak Yatim
Dengan tingkat brand awareness hingga 96 persen, OVO menjadi platform pembayaran digital terpopuler di Indonesia. OVO juga telah hadir di lebih dari 430 kota dan kabupaten, dengan lebih dari 1 juta merchant dari berbagai industri, termasuk UMKM yang telah mengimplementasikan QRIS.
"Kami sangat bersyukur dengan segala pencapaian OVO sepanjang tahun 2021. Dengan meyakini prinsip ekosistem terbuka, kami senantiasa terbuka menjalin kolaborasi dengan lini industri apapun, termasuk UMKM. Kami berharap dampak positif ini dapat terus kami tingkatkan, sehingga dapat mendukung upaya pemerintah dalam mencapai inklusi keuangan digital di Indonesia.”
Menariknya, kehadiran OVO juga ikut mendongkrak transaksi UMKM dengan angka peningkatan transaksi harian sebanyak 70 persen. Melalui perluasan akses pasar, adaptasi teknologi, fasilitas transaksi non tunai dan promosi yang dilakukan OVO, sebanyak 84 persen UMKM terbantu oleh aplikasi OVO dan ampuh membantu daya tahan UMKM di tengah pandemi. 55 persen UMKM tersebut menyatakan bahwa aplikasi OVO sangat mudah digunakan.
Tidak hanya itu, catatan pencapaian OVO sepanjang tahun 2021 juga ditunjukkan dari berbagai alasan yang dipaparkan dalam survei Kadence International Indonesia terkait alasan penggunaan OVO.
- Mulai Besok, DIY Adakan Vaksin Anak Umur 6-11 Tahun, Satpol PP Siap Tindak Keramaian Massa
- The Ordinary Day Bawa Kim Soo Hyun Raja Drakor dengan Bayaran US$424 Ribu
- Gantikan Tigor M Siahaan, Lani Darmawan Jabat Presiden Direktur CIMB Niaga
Sebanyak 71 persen responden menyatakan bahwa mereka menggunakan OVO karena bisa digunakan di banyak aplikasi dan merchant online, disusul sebanyak 67 persen alasan responden menggunakan OVO karena dapat melakukan transfer saldo ke rekening bank, dan sebanyak 66 persen menggunakan OVO karena aplikasinya mudah digunakan.
Harumi menambahkan kehadiran OVO untuk melayani masyarakat Indonesia, bukan hanya sebagai metode pembayaran digital saja.
Di tahun 2021 ini, OVO semakin berupaya memfasilitasi kebutuhan para pengguna dengan menghadirkan layanan keuangan layanan investasi dan perlindungan asuransi yang terjangkau. (*)
