
Pacific Coffee Academy Hadir di JCW, Siap Wadahi Skill Para Barista
- BANTUL, Jogjaaja.com - Sejumlah stan hadir dan unjuk gigi dalam gelaran Jogja Coffee Week (JCW) 2022 di Jogja Expo Center, Sabtu (3/9/2022).Salah satunya adalah
Gaya Hidup
BANTUL, Jogjaaja.com - Sejumlah stan hadir dan unjuk gigi dalam gelaran Jogja Coffee Week (JCW) 2022 di Jogja Expo Center, Sabtu (3/9/2022).
Salah satunya adalah Pacific Coffee Academy, yang mengaku siap memberi wadah bagi para barista di Jogja untuk mengembangkan skill dan karir mereka.
CEO Pacific Coffee Academy Yogyakarta, Handoyo S. Putro, menyampaikan bahwa tujuan awal agency-nya dirintis karena melihat perkembangan kopi di Indonesia sangat luar biasa.
Bahkan, berdasarkan data tahun 2020, Indonesia menempati posisi keempat sebagai produsen kopi di dunia, setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia. Menurut data International Coffee Organization (ICO), rata-rata konsumsi kopi di Indonesia juga tinggi, sekitar 4.800 kantong berkapasitas 60 kilogram dalam dua tahun terakhir.
“Maka, dari situ, kami akhirnya mulai merangkul pihak-pihak di industri kopi, mulai dari pengguna, instansi terkait, maupun coffee shop dan hotel-hotel, bahkan pesiar, di Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Serikat,” ujarnya, Sabtu (3/9/2022).
Handoyo menjelaskan, Pacific Coffee Academy memiliki program unggulan bernama talent scouting, sebagaimana dihadirkan pula dalam JCW 2022. Dalam program ini, nantinya para talent—yang sebenarnya secara skill sudah bagus—akan dikumpulkan, untuk kemudian dibekali dengan pembelajaran bahasa Inggris agar mereka dapat berkomunikasi dan ‘menjual’ nama Indonesia di dunia.
“Harapannya, kami ke luar negeri tak hanya mengirim tenaga kerja atau TKI, tapi ke depan akan ada ambasador, coffee expertist, barista, dan roaster ke sana [luar negeri],” tegas Handoyo.
Program ini sendiri, sebagaimana dipaparkan Handoyo, telah berjalan selama lima tahun. Dalam kurun waktu tersebut, pihaknya sudah mengirim sekitar 600 lebih lulusan ke luar negeri untuk berbagai level posisi.
Untuk stan yang mereka buka di JCW 2022, Handoyo menegaskan bahwa ini merupakan salah satu komitmen Pacific Coffee Academy untuk mewadahi para barista di Jogja dalam mengembangkan potensi mereka.
“Buktinya, di kelas khusus barista yang kami adakan di sini pun, staff pengajar yang kami bawa berasal dari lulusan-lulusan terbaik yang ada di Jogja,” paparnya.
Handoyo menjelaskan, nantinya para talent yang datang untuk mendaftar akan mereka screening. Semisal, jika skill barista mereka bagus, namun bahasa Inggris kurang baik, nanti akan dimasukkan kelas bahasa Inggris.
Begitu juga sebaliknya, jika bahasa Inggris bagus tapi skill barista masih kurang, mereka akan masuk kelas skill barista.
“Lalu jika skill barista dan bahasa Inggris sudah bagus, nanti masuk full-program bernama ‘competence based training’. Selain skill dasar, mereka juga akan kami bekali kompetensi lain, seperti presentasi dan personal branding.”
Sementara itu, Chief Operation Pacific Coffee Academy Yogyakarta Agung Satya Nugraha menyampaikan, secara progres perusahaan berkembang begitu baik.
Hal ini tak lepas dari permintaan yang begitu besar, terutama dari Timur Tengah.
Bahkan, untuk tahun 2022 saja, Pacific Coffee Academy ditargetkan untuk mengirim 200 peserta ke luar negeri. Untuk target ini, sudah dipenuhi sejak dua bulan terakhir.
“Tahun depan, roadmap kami akan membuka 12 cabang agency kami di seluruh Indonesia,” kata Agung, Sabtu (3/9/2022).
- Pasar Lawas Mataram, Jadi Pengobat Kerinduan Pengunjung Akan Kuliner Tradisional
- DPP Kota Yogyakarta Mulai Tertibkan Hewan Liar Mulai 2023
- 3 Cara Mudah Simpan Video Youtube Mp3 dan Mp4 untuk Didengar di HP dan Laptop
“Kami adalah yang pertama di Indonesia. Harapannya ke depan, banyak orang yang punya visi yang sama dalam mengembangkan industri kopi. Kami tidak mau bersaing, kami mau berkolaborasi demi nama Indonesia mendunia,” pungkasnya. (Eff)
