
Parikolektif Wahana Interaksi Pertanian di Kota Yogyakarta
- Parikolektif Wahana Interaksi Pertanian di Kota Yogyakarta
Home
YOGYA, Jogjaaja.com - Pemerintah Kota Yogyakarta bekerjasama dengan komunitas panen apa hari ini (PARI) dan Serikat Organisasi Perkotaan se-Asia Pasifik (United Cities And Local Governments Asia Pasifik/UCLG ASPAC) meluncurkan platform pertanian kota (urban farming) parikolektif.com untuk mendukung pengelolaan komunitas kelompok tani berbasis seni dan budaya.
Kepala Bidang Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Muhammad Imam Nurwahid menyebut, keberadaan parikolektif.com cukup penting untuk menumbuhkan semangat urban farming bagi warga di Kota Yogya. Pihaknya berharap agar pengelolaan platform ini bisa meluas dam menjadi referensi aktivitas bagi warga lain.
"Sebenarnya kalau dari sisi ekonomi hasil panen dari urban farming ini sedikit. Tapi yang kita tujukan dalam pembentukan platform ini bukan semata ekonomi saja melainkan juga aspek budaya, sosial dan kerukunannya bisa terbangun," kata Imam dalam peluncuran di Kopi Lumbung Mataram, kemarin.
Imam menyebutkan, sejarah dan budaya bercocok tanam sebenarnya menyimpan beragam kekayaan referensi berkaitan dengan aktivitas leluhur di masa lalu. Pihaknya saat ini juga tengah berupaya untuk mengumpulkan referensi berkaitan dengan budaya dan sejarah pertanian untuk bisa memadukan aktivitas berani dengan kebudayaan di masing-masing wilayah.
"Sedang kami upayakan, bagaimana tiap daerah punya tokoh dan bagaimana sejarah kelompok pertanian itu terbentuk disana dan rencananya kami buatkan buku," ujarnya.
Founder Komunitas PARI, Anang Saptoto menyebut, kelompok ini adalah sebuah wadah inisiatif yang didirikan pada 2020 sebagai upaya untuk memahami distribusi produk pertanian di Jogja. Awalnya Pari merupakan respon terhadap masalah distribusi hasil produksi ke kota karena pandemi, kemudian berkembang menjadi platform yang menghubungkan praktik seni dengan pertanian.
"Setiap kegiatan dikembangkan melalui kerjasama antara seniman dan mahasiswa seni, produsen makanan, penggemar pertanian, atau siapa saja yang tertarik dengan masalah kedaulatan pangan dan resolusi berbasis masyarakat," katanya.
- Borobudur Marathon 2021: Agus Prayogo Tercepat di Ajang Elite Race
- Baru di Yogya, Bebek Brodol Dibanderol Cuma Rp15 ribu
- Mau Nonton Drakor The Heirs yang Dibintangi Park Shin Hye, Ini Link Gratisnya
Dalam proses pengerjaannya, situs web parikolektif.com berlangsung kurang lebih selama satu tahun dan rampung pada akhir tahun ini. Platform ini menjadi pintu masuk bagi siapa saja untuk mengakses informasi pertanian perkotaan, aktivitas kelompok tani yang terlibat di dalamnya, jual beli, foto, video informasi panen, pra tanam dan olahan panen.
Selain itu, program pengembangan platform digital melalui website parikolektif.com ini juga melibatkan tiga Kelompok Tani di Kota Yogyakarta yaitu Kelompok Lumbung Mataram Poktan Kampung Markisa di Tegalrejo, Poktan Ngudi Mulyo di Mantrijeron dan Poktan Purba Asri di Purbayan Kotagede. (Anz)
