
Pasar Tradisional di Yogyakarta Didorong Mengurangi Sampah Anorganik
- YOGYA, Jogjaaja.com - Pemerintah Kota Yogyakarta mendorong pasar tradisional di wilayahnya untuk mengurangi produksi sampah anorganik dan melakukan pemilahan sa
Jogja
YOGYA, Jogjaaja.com - Pemerintah Kota Yogyakarta mendorong pasar tradisional di wilayahnya untuk mengurangi produksi sampah anorganik dan melakukan pemilahan sampah mulai tahun depan. Peran pedagang di pasar tradisional diharapkan dapat menjadi salah satu upaya dalam gerakan nol sampah anorganik yang akan diterapkan mulai tahun depan.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Ambar Ismuwardani menjelaskan, saat ini terdapat 26 bank sampah yang tersebar di pasar-pasar tradisional. Bank sampah itu nantinya akan ikut melakukan pemilahan antara sampah anorganik dan organik sebelum dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) Piyungan.
"Kita juga ada petugas sampah, koordinator pasar serta dari paguyuban yang akan kita libatkan dalam pemilahan sampah serta gerakan nol sampah anorganik ini," kata Ambar, Kamis (15/12/2022).
Menurutnya, pasar tradisional di Yogyakarta menyumbang sebanyak 26,95 ton/hari yang kemudian berhasil dipilah sebanyak rata-rata 9,8 ton/hari melalui pemilahan anorganik dan organik (komposter). Volume rata-rata sampah yang terbuang ke TPA Piyungan setelah dipilah yakni sebanyak 17 ton/hari.
"Itu terdiri dari 10,9 ton sampah organik dan 6,1 ton sampah anorganik (residu). Kami tentunya berharap agar mulai tahun depan para pedagang bisa menerapkan gerakan nol sampah anorganik agar bisa ikut berperan dalam upaya pengurangan sampah," jelasnya.
Ambar juga menambahkan, ke depan pihaknya juga akan mengadakan lomba kebersihan pasar tradisional untuk menjaga komitmen dan konsistensi pasar dalam menerapkan gerakan nol sampah anorganik. Pasar yang mampu melakukan pemilahan dan juga pengurangan produksi sampah akan diberikan penghargaan untuk memicu kesadaran para pedagang.
- Ternyata Begini Cara Bikin Foto Avatar dengan Aplikasi Lensa AI
- Belanja di Jepang Kini Bisa Pakai QRIS
- Luar Biasa! Program Wirausaha Merdeka di Universitas Prasetiya Mulya Sukses Ciptakan 330 Calon Pengusaha Muda
"Hal-hal yang seperti ini perlu digalakkan agar pedagang dan warga pasar tetap semangat dalam menjaga kebersihan dan komitmen lewat perannya masing-masing melalui gerakan nol sampah anorganik ini," pungkas Ambar. (Anz)
