
PBTY 2023 Hadir Kembali, 161 Tenant Siap Meramaikan
- YOGYA, Jogjaaja.com - Gelaran Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) kembali digulirkan pada 2023 ini. Acara tahunan itu akan berlangsung pada 30 Januari
Jogja
YOGYA, Jogjaaja.com - Gelaran Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) kembali digulirkan pada 2023 ini. Acara tahunan itu akan berlangsung pada 30 Januari sampai 5 Februari 2023 mendatang di Kampung Ketandan dan kawasan Titik Nol Kilometer.
Ketua Panitia PBTY XVIII, Sugiarto menuturkan, ada sebanyak 161 tenant yang ikut meramaikan acara tersebut setiap harinya mulia pukul 17.00 Wib sampai 22.00 Wib. Selain tenant kuliner, PBTY juga dilengkapi dengan berbagai tenant lain khas Tionghoa.
"Tenantnya macam-macam ada stand bazaar, food bazaar, pernak- pernik Imlek, dan lain-lain. Semua stand sudah terjual. Total keseluruhan ada 161 stand," katanya, Senin (23/1/2023).
Menurutnya PBTY tahun ini mengambil tema Bangkit Yogya Untuk Indonesia. Tema itu dipilih untuk mempresentasikan semangat kebangkitan usai pandemi Covid-19 serta memupuk harapan pada tahun setelah pandemi khususnya bagi geliat perekonomian di Yogyakarta.
Dia menyebut, selain diramaikan dengan berbagai sajian kuliner nusantara dan khas Tionghoa beragam acara dan penampilan budaya juga bakal ditampilkan pada perhelatan itu. Misalnya saja pameran budaya, karya seni berupa empat maestro keturunan Tionghoa yang bertempat di Rumah Peranakan Tionghoa Jogja.
"Ada juga pameran chinese painting, pameran & penjualan kebaya encim & kutu baru, serta workshop pembuatan lepala barongsai," katanya.
Kemudian acara akan dimeriahkan pula dengan atraksi liong samsi atau naga barongsay. Setiap harinya akan ditampilkan atraksi dari perkumpulan liong samsi selama acara itu diselenggarakan.
"Kita juga bakal tampilkan Wayang Po Tay Hee yang merupakan pertunjukan wayang khas Tionghoa, akan ditampilkan setiap hari setelah seluruh rangkaian acara pentas seni berakhir," ulas dia.
Sementara menjelang penutupan nanti atau pada 4 Februari akan ada karnaval atau kirab budaya yang akan menampilkan kolaborasi seni budaya Tionghoa dan budaya lokal lainnya. Karnaval akan dimulai dari Taman Parkir Abu Bakar Ali - jalan Malioboro – jalan Ahmad Yani – Kawasan Titik Nol Kilometer.
"Juga ditampilkan Jogja Dragon Festival yaitu perlombaan performance naga yang memperebutkan piala Gubernur dan uang pembinaan," pungkasnya.
