
Pemkot Yogyakarta Salurkan Bantuan Dukungan Prokes untuk 559 Tempat Ibadah
- Untuk mencegah penyebaran COVID-19 selama bulan Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri, Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta menyalurkan bantuan dukungan protokol kesehatan untuk 559 tempat ibadah di Kota Yogyakarta.
Jogja
YOGYAKARTA, Jogjaaja.com – Untuk mencegah penyebaran COVID-19 selama bulan Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri, Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta menyalurkan bantuan dukungan protokol kesehatan untuk 559 tempat ibadah di Kota Yogyakarta.
Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menjelaskan bantuan tersebut berupa masker medis, masker kain, sabun cuci tangan, dan hand sanitizer.
"Bantuan ini untuk seluruh tempat ibadah di Kota Yogya, yang terdiri dari 504 masjid, 47 gereja Kristen, dan 8 gereja Katolik," bebernya saat menyerahkan bantuan tersebut di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Sawo Kembar, Gondokusuman, Minggu (24/4/2022).
- Bank Dunia Prediksi Kerusakan Fisik Ukraina Akibat Serangan Rusia Rp865 Triliun
- Cuma Konser 10 Kali, BTS Sumbang Pendapatan ke Korsel Rp141 Triliun
- Mei, BNI Kembali Hadirkan Java Jazz Festival
Selain menyerahkan bantuan dukungan protokol kesehatan di GKJ Sawo Kembar, Heroe Poerwadi yang juga merupakan ketua satgas penanganan COVID-19 Kota Yogyakarta ini juga menyerahkan bantuan tersebut di Gereja Katolik Santo Yusuf, Bintaran.
"Bantuan ini dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), diharapkan dengan bantuan ini dapat menekan penyebaran COVID-19 di Kota Yogyakarta selama bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Wawali berpesan kepada seluruh masyarakat agar segera melakukan vaksinasi dosis 3.
"Pemkot Yogya telah memperbanyak pelayanan vaksinasi massal, bahkan hingga membuka di kelurahan maupun di kemantren," ujarnya.
Dalam sebulan terakhir, lanjutnya, Pemkot Yogya menggiatkan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dengan harapan semakin banyak warga kota yang sudah mendapat vaksinasi penguat saat Ramadan.
“Jika sudah banyak warga yang mendapat dosis penguat maka warga diharapkan dapat menjalani kegiatan ibadah di bulan puasa dengan lebih optimal,” katanya.
- Begini Ciri-ciri dan Keistimewaan Malam Lailatul Qadar
- Ini Dia, Syarat Terbaru Melakukan Perjalanan Mudik Lebaran 2022
- Film Gara-Gara Warisan, Kisah Nyata Keluarga Sang Sutradara?
Selain itu, lanjutnya, vaksinasi ini juga untuk mengantisipasi meningkatnya mobilitas dan interaksi sosial selama Ramadan dan Lebaran.
"Peningkatan mobilitas dan interaksi sosial berarti peningkatan risiko penularan COVID-19. Ini harus dimitigasi dengan peningkatan rasio dan pemerataan vaksinasi, sehingga risiko penularan bisa ditanggulangi," katanya. (*)
