Jogja

Pendataan Skuter Listrik Malioboro Berlanjut, Pemkot Yogya Minta Ada Pembatasan Jumlah

  • YOGYA, Jogjaaja.com - Pemerintah Kota Yogyakarta mengaku tengah merampungkan soal pendataan skuter listrik yang beberapa waktu lalu sempat marak di kawasan wisa
Jogja
Ties

Ties

Author

YOGYA, Jogjaaja.com - Pemerintah Kota Yogyakarta mengaku tengah merampungkan soal pendataan skuter listrik yang beberapa waktu lalu sempat marak di kawasan wisata utamanya Malioboro.

 Pemkot ingin agar jumlah skuter listrik yang berizin dan operasional tidak terlalu banyak di kawasan itu.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho mengatakan bahwa, beberapa waktu lalu pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mendata sejumlah pengelola skuter listrik yang akan beroperasi di wilayah itu.

"Yang jelas akan kita batasi dulu. Pendataan sudah kita lakukan dan beberapa sudah lapor ke saya tapi saya minta jangan banyak. Satu kelompok ada yang mengajukan agar operasional skuter nantinya mencapai 400," ujar dia, Jumat (28/1/2022).

Agus menyebutkan bahwa, karena skuter listrik termasuk dalam jenis kendaraan khusus nanti operasionalnya dimungkinkan bersifat bergantian. Misalnya, dalam satu lokasi dan waktu tertentu pengelola hanya diperbolehkan untuk mengoperasikan sejumlah skuter saja kemudian bergantian lagi.

"Skuter ini kan masa durasi nyalanya tiga jam dan masa charge-nya sekitar empat jam, jadi mungkin setiap tiga jam hanya sekitar 100 skuter dan muncul lagi cadangannya yang baru 100 skuter nanti seperti itu. Busa di jalur khususatau pula pedestrian," katanya lagi.

Wakil Walikota Yogya, Heroe Poerwadi mengatakan bahwa, saat ini operasional skuter listrik masih dikoordinasikan dengan berbagai pihak termasuk kepolisian setempat. Pihaknya menargetkan bahwa pendataan termasuk operasional skuter itu nantinya bisa berbarengan dengan penataan PKL Malioboro.

"Yang jelas tetap di kawasan Malioboro dan juga di jalur lambat di tempat-tempat yang sudah disiapkan. Sekarang kita masih tunggu teman-teman Dinas Perhubungan untuk melakukan pendataan," kata Heroe.

Heroe menjelaskan bahwa, pihaknya berkeinginan agar jumlah skuter listrik yang bisa operasional nantinya di kawasan Malioboro tidak terlalu banyak. Hal ini mengingat kawasan Malioboro yang masih belum sepenuhnya menerapkan bebas kendaraan bermotor.

"Bisa jadi dimungkinkan penataannya akan dilakukan berbarengan dengan relokasi PKL Malioboro," ujarnya. (Anz)