
Pengadaan Lahan Tol Jogja - Solo Ditargetkan Rampung Tahun 2022
- YOGYA, Jogjaaja.com - Pengadaan lahan untuk proyek pembangunan jalan tol Jogja – Solo ditargetkan akan selesai tahun ini.Proses pemberian ganti rugi saat ini su
Jogja
YOGYA, Jogjaaja.com - Pengadaan lahan untuk proyek pembangunan jalan tol Jogja – Solo ditargetkan akan selesai tahun ini.
Proses pemberian ganti rugi saat ini sudah secara bertahap sesuai dan akan terus dikejar agar tidak meleset dari target sehingga proses pembangunan juga tidak mundur.
Perwakilan Tim Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas Pembangunan DIY Rani Sjamsinari mengatakan, pemerintah pusat telah menganggarkan sebanyak Rp5 trilliun untuk pembebasan lahan Tol Jogja-Solo.
Namun, pusat menurut Rani juga menurunkan dana tersebut secara bertahap dan tidak diturunkan sekaligus. Proses pembebasan lahan akan dilakukan dari perbatasan masuk DIY hingga Maguwo. Kemudian dilanjutkan dari ujung yang terhubung dengan Ringroad utara.
“Jogja-Solo sementara ini masih pengadaan lahan yang dari batas masuk kita Purwomartani sampai dengan Maguwo, terus nanti dari on off-nya yang Barat yaitu Trihanggo sampai Simpang Susun Sleman. Jadi harapannya nanti tahap-tahap satunya yang Jogja-Solo itu ya dari batas kota sampai Maguwo. Seperti itu dulu terus yang di atas Ringroad itu yang tahap terakhir,” papar Rani usai bertemu dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X guna melaporkan perkembangan proyek tol Jogja–Solo, Jogja-Bawen dan Jogja YIA, Selasa (30/08) di Gedhong Gadri, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.
Rani menambahkan, pembebasan lahan tol Jogja-Bawen tidak ada masalah sama sekali, oleh karena itu pihaknya mengejar pemerintah pusat untuk segera menyelesaikan pembebasan lahan tol Joga-Solo.
Seperti diketahui, proyek pembangunan tol ini adalah proyek nasional yang didanai oleh negara, termasuk untuk pembebasan lahan.
Namun untuk prosesnya sesuai dengan regulasi Undang-Undang nomor 2 tahun 2012. Apabila masuk DIY diharuskan hati-hati karena menghindari situs dan area-area yang itu merupakan Sultan Ground. Maka peran sangat diperlukan pada proses pembangunan tersebut.

“Ini adalah program pusat jadi tugas di daerah itu kita mendukung tapi bagaimana kemudian dukungan itu tidak merugikan kita. Kita berusaha semaksimal mungkin untuk kemanfaatan bagi DIY, apalagi itu juga berguna sekali mengingat kita punya problem, lalu lintas kita sudah sangat padat,” ujar Rani.
Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY Krido Suprayitno yang turut serta dalam paparan tersebut menyampaikan, selain mengevaluasi penyelenggaraan pengadaan tanah jalan tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen, juga dilakukan paparan perencanaan untuk Tol Jogja-YIA.
Percepatan penyelesaian pengadaan tanah menjadi prioritas yang harus diselesaikan.
Sesuai arahan Sri Sultan, Krido menambahkan, izin penetapan lokasi untuk tol Jogja -YIA untuk segera diproses. Proses tentunya melalui tahapan-tahapan yaitu dari Pemda DIY akan segera membentuk tim persiapan.
“Rencana kami dari Dinas Pertanahan Tata Ruang akan melaksanakan rapat persiapan Tim Persiapan itu minggu depan. Tadi Ngarsa Dalem mengarahkan agar segera proses penetapan lokasi dilaksanakan, dan dilakukan sosialiasi ke publik,” kata Krido.
Tol Jogja-YIA ini akan melalui tiga kabupaten yaitu Sleman, Bantul dan Kulon Progo yang terdiri dari 11 kapanewon dan 44 kalurahan. Untuk itu, harus segera dilakukan sosialisasi berkaitan dengan persiapan tersebut.
“Sudah ada trasenya dan sudah sesuai dengan usulan dari Dirjen Bina Marga. Akan kita sosialisasikan setelah mendapatkan arahan,” tutup Krido.
- PORDA DIY 2022 Pertandingkan 44 Cabor
- Festival Prawirotaman Manjakan Turis Asing dan Bangkitkan Pariwisata Kota Yogyakarta
- Mengapa Kucing Kerap Memainkan Mangsanya yang Sudah Mati?
Selain Sri Sultan, paparan mengenai Pengadaan Tanah untuk Jalan Tol ini juga diikuti oleh Sekda DIY, Kepala Bappeda, dan Kepala Dinas PU PESDM DIY. (*)
