
Pengadaan Tanah Hampir 100 Persen, Tol Jogja-Bawen Siap Groundbreaking
- YOGYA, Jogjaaja.com - Pengadaan lahan Tol Yogyakarta-Bawen sudah hampir mencapai 100 persen. Pengadaan lahan ini baru untuk Seksi 1 yakni dari Desa Tirtoa
Jogja
YOGYA, Jogjaaja.com - Pengadaan lahan Tol Yogyakarta-Bawen sudah hampir mencapai 100 persen. Pengadaan lahan ini baru untuk Seksi 1 yakni dari Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, DIY.
"Dimana saat ini progres pengadaan tanah sudah mencapai 92 persen," kata Pejabat Pengganti Sementara Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen, Oemi Vierta Moerdika Minggu (13/3).
Oemi mengatakan, pihaknya sudah siap untuk melaksanakan groundbreaking untuk Seksi 1 mengingat pengadaan lahan yang sudah hampir selesai. Groundbreaking direncanakan akan dilakukan dalam waktu dekat.
"Berkenaan dengan rencana pelaksanaan Groundbreaking Proyek Jalan Tol Yogyakarta-Bawen saat ini sedang dalam tahap pembahasan awal, yang memang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini," ujar Oemi.
Tol Yogyakarta-Bawen sendiri merupakan bagian dari proyek Tol Yogyakarta-Solo-Semarang (Joglosemar). Proyek ini merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menjadi prioritas pemerintah.
- Danlanud Adisutjipto Ingin Kembangkan Aerowisata DIY
- Bisa Cuan, 5 Ide dan Peluang Jualan Grosir yang Bisa Dicoba
- Berikut Sinopsis dan Link Nonton The Adam Project Sub Indo yang Dibintangi Ryan Reynolds
Proyek Tol Yogyakarta-Bawen dibagi menjadi enam seksi. Mulai dari Seksi 1 yakni Sleman-Banyurejo, Seksi II dari Banyurejo-Borobudur, Seksi III dari Borobudur-Magelang, Seksi IV dari Magelang-Temanggung, Seksi V dari Temanggung-Ambarawa dan Seksi VI dari Ambarawa-Bawen.
Oemi menuturkan, saat ini pengadaan lahan masih terus berjalan untuk seksi lainnya dari Tol Yogyakarta-Bawen. Termasuk proses tender penyedia saja konstruksi Seksi 1 yang juga terus berproses.
- Ilegal, Pertemuan Keluarga dan Pelatihan PT Gandem Marem Sejahtera (Gamara) Dibubarkan
- Dyani Dee Luncurkan Single 'Cintamu Bukan Untukku'
- Siap Gempur Kiev, Inilah Jajaran Artileri Rusia Paling Mematikan
"Saat ini masih terus jalan untuk proses pengadaan tanah, khususnya sisa bidang tanah yang belum bebas akibat adanya persoalan sertifikat hilang, atau sejenisnya," jelas Oemi. (Anz)
