
Peringati Hari AIDS Sedunia, Dinkes Kota Yogya Tekankan Pentingnya Terapi Pencegahan TBC bagi ODHIV
- YOGYA, Jogjaaja.com - Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menyatakan, terapi pencegahan TBC (TPT) penting dijalani oleh para penyintas HIV (ODHIV). Terapi ini dilak
Home
YOGYA, Jogjaaja.com - Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menyatakan, terapi pencegahan TBC (TPT) penting dijalani oleh para penyintas HIV (ODHIV). Terapi ini dilakukan untuk mencegah ODHIV terkena tuberkulosis (TBC) yang diketahui banyak diderita oleh ODHIV dan merupakan penyakit infeksi oportunistik peyebab kematian terbesar pada ODHIV.
Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta, Lana Unwanah mengatakan, meski disarankan namun tidak semua ODHIV boleh langsung menjalani TPT mereka harus lebih dulu menjalani skrining TBC. Dari skrining tersebut akan diketahui apakah ODHIV juga menderita TBC atau tidak.
"Terapi yang dilakukan dengan meminum obat selama enam bulan tersebut hanya diberikan pada ODHIV yang tidak sakit TBC dan tidak ditemukan kontra indikasi dengan obat TPT yang akan diberikan," katanya, Senin (6/12).
Lana mengatakan, dalam memperingati hari AIDS sedunia tahun ini, pihaknya menggelar skrining TBC bagi ODHIV. Skrining ini terlaksana berkat kerjasama Dinkes Kota Yogyakarta dengan Zero TB Yogyakarta, Yayasan Victory Plus dan CD Bethesda. Skrining akan dilaksanakan sebanyak lima kali di Grha Pandawa Balai Kota Yogyakarta.
"Sudah terlaksana tiga kali pada 20 dan 27 November dan hari ini. Kami imbau agar penyintas memanfaatkan kesempatan skrining berikutnya yang akan dilaksanakan pada 11 dan 18 Desember 2021 di tempat yang sama," ujarnya.
Direktur Zero TB Yogyakarta, Rina Triasih mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan skrining TBC sejak awal 2020. Awalnya skrining dilakukan di dua wilayah saja yakni Kemantren Gondomanan di Kota Yogyakarta dan Kapanewon Samigaluh di Kabupaten Kulon Progo. Kemudian sejak April 2021, skrining TBC diperluas di seluruh kecamatan baik di Kota Yogyakarta maupun Kabupaten Samigaluh.
"Skrining dengan menghadirkan mobil Rontgen ke tengah masyarakat tersebut merupakan bagian dari upaya penemuan kasus TBC secara aktif," katanya.
- Jumlah Dikurangi, Harga IPO Widodo Makmur Perkasa Ditetapkan Rp160
- OJK Sebut Kolaborasi Jago dan Gopay Percepat Inklusi Keuangan
- Yuk, Hunting Barang Antik dan Vintage di Pasar Seni Gabusan
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, penanganan TBC dapat mengambil contoh dari penanganan Covid-19 yang selama ini menggunakan sistem zonasi.
Pada tiap wilayah ditentukan zonasinya berdasarkan jumlah kasus di wilayah tersebut, lalu dibuat prosedur interaksi sosialnya dan penanganan dengan pelibatan semua pihak. (Anz)
