
Perluas Akses Modal untuk UMKM di Yogyakarta, AFPI Gelar Business Matching
- YOGYA, Jogjaaja.com - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menggelar Business Matching & Exploration Session di The Rich Jogja Hotel untuk me
Ekonomi, Fintech & UMKM
YOGYA, Jogjaaja.com - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menggelar Business Matching & Exploration Session di The Rich Jogja Hotel untuk mempertemukan para penyelenggara Fintech Peer-to-Peer (P2P) Lending atau Fintech Pendanaan Bersama dengan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Yogyakarta.
Sebanyak lebih dari 50 pelaku UMKM yang hadir dalam kegiatan Business Matching & Exploration Session kali ini, memiliki kesempatan dalam memperoleh alternatif pendanaan dari sejumlah anggota AFPI yaitu Dompet Kilat, PinjamDuit, Boost, ALAMI, AdaModal, Invoila untuk mendukung pengembangan usaha mereka.
Business Matching & Exploration Session ini merupakan rangkaian kegiatan G20 Global Partnership for Inclusion (GPFI) dengan Kementerian Keuangan RI sebagai momentum bagi AFPI untuk berkolaborasi memperkenalkan peran Fintech Pendanaan Bersama yang dapat menjadi alternatif solusi modal maupun pendanaan bagi pengusaha dan pelaku UMKM di Indonesia.
- Peringati HUT ke-25, SAP IndonesiaBerkomitmen Bangun Indonesia Lewat Transformasi Digital
- Tampilkan Kreasi dari 14 Kemantren, Wayang Jogja Night Carnival #7 Berlangsung Megah dan Meriah
- Target Emisi RI Jadi 31,89 Persen di 2023
- Kementerian ESDM Siapkan 7 Aturan Turunan Perpres EBT
Sekretaris Jenderal AFPI sekaligus CEO Dompet Kilat, Sunu Widyatmoko mengatakan, kegiatan ini digelar sebagai bentuk partisipasi AFPI dan antusiasme para penyelenggara Fintech Pendanaan Bersama untuk memacu peningkatan literasi dan inklusi keuangan bagi UMKM yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat Yogyakarta, sehingga turut membantu percepatan pemulihan ekonomi nasional.
“Industri Fintech Pendanaan Bersama terus tumbuh dan berkembang menjadi solusi bagi masyarakat sektor informal yang belum terlayani dan tersentuh layanan keuangan konvensional. Semoga kegiatan ini dapat menjembatani para pelaku UMKM dalam mendapatkan alternatif pendanaan untuk meningkatkan daya saingnya dan berkontribusi pada pertumbuhan perekonomian di Yogyakarta,” ujar Sunu, Jumat (7/10/2022).
Melalui Business Matching & Exploration Session ini, AFPI dan para anggotanya akan memberikan informasi terkait produk Fintech Pendanaan Bersama produktif yang dapat digunakan UMKM dalam pengembangan usaha.
Selain itu, UMKM juga diedukasi mengenai persyaratan dalam pengajuan pinjaman. Serta memahami tentang status legalitas perusahaan Fintech Pendanaan Bersama yang berizin, legal dan aman untuk dijadikan mitra.
Saat ini terdapat 102 penyelenggara Fintech Pendanaan Bersama atau Pinjaman Online berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan merupakan anggota AFPI.
Dalam ekosistem Fintech Pendanaan Bersama terdapat 3 klaster pembiayaan, yaitu produktif, multiguna dan syariah. Berdasarkan Data Statisik OJK per Agustus 2022, industri Fintech Pendanaan Bersama mencatatkan pertumbuhan outstanding sebesar Rp47,23 triliun atau tumbuh 81% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
- Film Pamali Hadir di Bioskop 6 Oktober 2022
- Fashion Show dan Lelang Batik Nitik Bantul Meriahkan JICAF #2
- 50 Pelaku Industri Batik Raih Sertifikasi Batik Mark dari Kemenperin
“Kami memberikan apresiasi atas peran serta kontribusi AFPI dan pelaku industri Fintech Pendanaan Bersama yang telah membawa digitalisasi sebagai game changer dalam peningkatan akses pembiayaan UMKM untuk mewujudkan keuangan inklusif,” ungkap perwakilan Pusat Kebijakan Sektor Keuangan (PKSK) Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan RI, Yani Farida Aryani. (ANZ)
