
Petrus Lanjar Wijiyono: Program Pembangunan di Bantul yang Tertunda Akan Direalisasikan Pada 2023
- Pandemi COVID-19 membuat program-program pembangunan di Kabupaten Bantul pada tahun 2020-2021 terpaksa harus ditunda. Usulan-usulan yang sempat disampaikan warga melalui Anggota DPRD belum terealisasi.
Bantul
BANTUL, Jogjaaja.com – Pandemi COVID-19 membuat program-program pembangunan di Kabupaten Bantul pada tahun 2020-2021 terpaksa harus ditunda. Usulan-usulan yang sempat disampaikan warga melalui Anggota DPRD belum terealisasi.
Hal itu diungkapkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantul dari Fraksi Partai Gerindra, Petrus Lanjar Wijiyono dalam Kegiatan Reses, Jaring Aspirasi Anggota DPRD Kabupaten Bantul, di kediamannya, Tegal Malang, Kalurahan Bantul, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (8/2/2022). Meski sempat tertunda, program-program tersebut tetap akan berjalan.
“Pemerintah Kabupaten Bantul, tentunya dengan mengikuti arahan dari Pemerintah Pusat, saat itu memang fokus pada penanganan kasus COVID-19. Namun jangan khawatir, program-program yang sempat tertunda itu, satu per satu tetap akan dilaksanakan pada tahun 2023 mendatang,” kata Lanjar.
- Yuk, Berlangganan Netflix di Alfamart dan Nikmati Film-film Terbaik Ini
- Sido Muncul (SIDO) Raup Laba Bersih Rp1,26 Triliun Tahun 2021
- DIY Masuk PPKM Level 3 Lagi, Ini Aturan Baru soal Peribadatan
Lanjar mencontohkan, program-program yang akan dilaksanakan pada 2023 meliputi pengaspalan jalan, cor blok, penambahan badan jalan, pengadaan lampu jalan, pembuatan talud, saluran irigasi. Program pembangunan tersebut akan tersebar di sejumlah RT yang berada di wilayah Pedukuhan Geblag, Grujugan, dan Tegaldowo.
“Sebenarnya ada beberapa program yang mulai bisa direalisasikan pada 2022 ini. Tetapi sebagian besar memang baru bisa dilaksanakan pada tahun depan. Satu lagi target saya pada 2024 nanti, jalan dari Bakalan (tembusan Jalan Bantul) sampai Puskesmas Bantul 2 juga akan bisa diaspal dan ada penambahan badan jalan sehingga jalan akan lebih lebar,” lanjut Lanjar.

- Dukung PTM di Sekolah, 14 Ribu Murid SD di Sleman Ikut Vaksinasi Covid-19 di Sentra Vaksin Generasi Maju
- Sempat Viral Akibat Laka Maut, Ternyata Ini Tempat Wisata di Dekat Bukit Bego Bantul
- DPRD Kota Yogya Upayakan Kebijakan Anggaran Angkat Potensi Usaha Masyarakat Lokal
Warga sendiri merasa sangat terbantu dengan adanya Kegiatan Reses seperti ini. Hal ini karena aspirasi mereka bisa ditampung oleh Anggota DPRD yang menjadi wakil mereka.
“Adanya Kegiatan Reses seperti yang dilakukan oleh Pak Lanjar ini sangat membantu masyarakat. Pasalnya, masyarakat bisa menyampaikan keluh kesah dan harapan terutama dalam hal pembangunan di kampung masing-masing. Alhamdulillah, sejak Pak Lanjar menjadi Anggota DPRD, banyak sekali pembangunan yang sudah dijalankan dan memberikan manfaat yang sangat besar bagi kami,” ujar Suratno, warga Geblag RT 06, Bantul.
Sebagai informasi, Kegiatan Reses, Jaring Aspirasi Anggota DPRD Kabupaten Bantul ini merupakan kegiatan rutin di luar masa sidang yang diselenggarakan oleh Anggota DPRD Kabupaten Bantul untuk berkomunikasi dengan konstituennya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyerap aspirasi masyarakat pada daerah pemilihan masing-masing. (*)
