
PGN Dorong Ruang Hijau Produktif dan Gotong Royong Lewat Suadesa Peduli
- PGN, Subholding Gas Pertamina, terus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat di Sleman melalui program CSR Suadesa Peduli Lingkungan.
Ekonomi
SLEMAN — PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, terus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat di Sleman melalui program CSR Suadesa Peduli Lingkungan. Program yang berlangsung di Taman Budaya Lohjinawi, Sleman, Jumat, 21 Agustus 2026, tersebut diisi dengan kegiatan penanaman ratusan bibit pohon serta penukaran sembako murah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Suadesa Festival 2026 yang akan mencapai puncaknya pada 22–23 Agustus 2026. Penanaman bibit pohon dilaksanakan di kawasan Kalurahan Sinduharjo dengan melibatkan warga setempat, guru, serta para pelajar Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Sleman.
Panewu (Camat) Ngaglik, Edy Wibowo, menyambut positif langkah PGN tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi titik awal terjalinnya kolaborasi yang berkelanjutan antara pihak perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai kegiatan pertama, tetapi dapat berlanjut sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat,” ujar Edy.

Menurut Edy, Kapanewon (Kecamatan) Ngaglik memiliki potensi pengembangan yang besar dengan jumlah penduduk sekitar 107 ribu jiwa serta posisi strategis di kawasan pendidikan, ekonomi, dan pariwisata. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak dinilai dapat menjadi salah satu pengungkit pengembangan wilayah.
“Komunikasi dan kolaborasi perlu terus dibangun agar program yang dijalankan dapat diselaraskan dengan kebutuhan dan potensi masyarakat, khususnya di Sinduharjo,” ungkapnya.
Division Head CSR PGN, Krisdyan Widagdo Adhi, mengatakan Suadesa Peduli merupakan bagian dari upaya PGN membangun kolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah dalam mengembangkan potensi wilayah secara berkelanjutan.
“PGN ingin hadir sebagai mitra bagi pemerintah dan masyarakat, tidak hanya melalui program sosial dan lingkungan, tetapi juga dengan mendorong potensi ekonomi, UMKM, kuliner, dan pariwisata di wilayah Ngaglik dan Sinduharjo,” ungkap Krisdyan.
Menurut dia, penanaman pohon diarahkan agar tidak berhenti sebagai kegiatan penghijauan, tetapi dapat dikembangkan menjadi ruang hijau produktif. Sejumlah jenis tanaman buah seperti mangga, kelengkeng, dan rambutan disiapkan agar ke depan dapat memberikan manfaat ekonomi maupun mendukung pengembangan wisata agro.

Selain program lingkungan, PGN menghadirkan penukaran sembako murah. Masyarakat dapat memperoleh paket sembako yang berisi beras 5 kilogram, gula, minyak goreng, kopi, susu dan teh yang dapat ditebus hanya dengan Rp50.000. Hasil penjualan program tersebut akan disalurkan untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kami ingin Suadesa Festival tidak hanya menjadi ruang untuk merayakan potensi masyarakat, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi mereka yang membutuhkan. Semangat gotong royong ini juga kami wujudkan melalui dukungan bagi masyarakat terdampak bencana di NTT,” pungkasnya.
