
PKL Direlokasi, PPMAY Minta Pemkot Yogya Segera Tata Kawasan Pedestrian dan Lorong di Malioboro
- YOGYA, Jogjaaja.com - Perkumpulan Pengusaha Malioboro dan Ahmad Yani (PPMAY) meminta kepada Pemerintah Kota Yogya dan Pemda DIY untuk segera merampungkan penger
Jogja
YOGYA, Jogjaaja.com - Perkumpulan Pengusaha Malioboro dan Ahmad Yani (PPMAY) meminta kepada Pemerintah Kota Yogya dan Pemda DIY untuk segera merampungkan pengerjaan penataan di kawasan Malioboro. Hal itu menyusul telah dilakukannya relokasi kepada pedagang kaki lima (PKL) yang sedianya selesai pada 7 Februari nanti.
Koordinator Lapangan PPMAY, Karyanto Purbohusodo menyebut, penataan kawasan Malioboro hendaknya dilakukan komprehensif dan terpusat agar kawasan itu tetap menarik dan jadi ramai oleh wisatawan. Menurutnya, perlu koordinasi yang kuat baik antara pemerintah dan juga kalangan swasta dalam penataan kawasan Malioboro.
"Malioboro sebagai ikon Kota Yogya tentunya perlu penataan yang menarik dan bisa mendatangkan lebih banyak wisatawan. Kita siap berkolaborasi dengan pemerintah untuk penataan kawasan Malioboro," ujarnya, Minggu (6/2/2022).
- Kreatif, Angkringan Ini Sediakan Nasi Kucing Lauk Rendang
- Makanan Sehat ini Harus Dikonsumsi untuk Tangkal Penyakit
- Daimler AG Resmi Berubah Nama Menjadi Mercedes-Benz Group AG
Karyanto mengatakan, setelah PKL direlokasi pemerintah masih punya sederet tugas lain untuk menjadikan kawasan Malioboro kian ciamik. Misalnya saja berkaitan dengan kabel listrik yang kurang tertata, jaringan fiber internet serta kawasan lorong pertokoan yang masih belum dipercantik setelah ditinggalkan PKL.
"Apalagi dengan bakal datangnya perwakilan UNESCO di tahun ini, tentunya membutuhkan persiapan yang baik agar kawasan sumbu filosofis dan Malioboro lebih dikenal luas oleh masyarakat lainnya," ungkap Karyanto.
Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan pihaknya telah berencana untuk melakukan proses pengerjaan di kawasan lorong pertokoan Malioboro setelah steril dari para PKL. Selama sepekan ke depan, pihaknya bakal memperbaiki semua fasilitas yang ada di wilayah itu seperti kabel listrik, jalur pedestrian dan lain sebagainya.
"Makanya selama seminggu arus kendaraan lewat Malioboro mulai jam 18.00-21.00 Wib itu kita buka dulu, kendaraan bisa lewat agar selama masa satu minggu ini aktivitas bisa kita siapkan menuju normal. Setelah itu baru kita kembalikan seperti semula," ungkap dia. (ANZ)
