Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi
Jogja

PKL Malioboro Pindah Bertahap Sampai 7 Februari, Pemkot Jogja Tempuh Upaya Persuasif

  • YOGYA, Jogjaaja.com - Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) Malioboro secara bertahap telah mulai menempati tempat baru di dua lokasi yang disiapkan pemerintah yakn
Jogja
Ties

Ties

Author

YOGYA, Jogjaaja.com - Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) Malioboro secara bertahap telah mulai menempati tempat baru di dua lokasi yang disiapkan pemerintah yakni teras Malioboro I di eks bioskop Indra dan teras Malioboro II di eks gedung Dispar DIY per 1 Februari kemarin.

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, mayoritas PKL di tiap paguyuban telah melaksanakan pengundian secara mandiri  untuk menempati lapak baru di dua lokasi yang disiapkan itu. Menurut Heroe, pemindahan akan dilakukan dari rentang 1-7 Februari nanti.

"Kita lakukan bertahap untuk pemindahan, makanya begitu mulai pindahan kita akan mencoba selama sepekan memperbaiki fasilitas yang kemarin digunakan oleh PKL," katanya, Rabu (2/2/2022).

Heroe menyatakan, perbaikan fasilitas itu diantaranya yakni berupa layanan pelengkap yang nantinya bakal digunakan oleh PKL di tempat baru. Misalnya saja berkaitan dengan meja, kursi, maupun kelengkapan dagangan lain yang bisa digunakan oleh PKL.

Nantinya, setelah semua PKL boyongan ke lokasi baru pihaknya juga berencana untuk membuka akses untuk kendaraan di malam hari secara bertahap. Pemkot Jogja berencana untuk menyetop sementara pemberlakuan Malioboro bebas kendaraan pada pukul 18.00 Wib-21.00 Wib.

"Rencananya sepekan saja sembari kita memperbaiki kondisi fasilitas PKL yang kemarin ditinggalkan sekaligus juga menata skuter, karena selama sepekan ini kita harap sekuter juga bisa ditata sekalian," ujarnya.

Di sisi lain, upaya pemindahan kepada PKL nantinya juga diharapkan bisa berjalan secara persuasif dan juga mengedepankan dialog. Petugas Sat Pol PP sebagai garda terdepan yang bakal mengupayakan pemindahan PKL tepat waktu akan mengkondisikan hal tersebut.  

"Teman-teman gabungan dari Sat Pol DIY dan kota lalu TNI/Polri serta Dishub juga akan kita turunkan selama periode 1-7 Februari ini untuk mengkondisikan agar proses penataan PKL ke lapak baru bisa maksimal dan kita tetap akan kedepankan cara persuasif agar proses pemindahan tidak ada persoalan," katanya.

Ketua Paguyuban PKL Malioboro Handayani, Sogi Wartono menyebutkan, sebagian anggotanya sudah mulai pindahan dan berjualan per 1 Februari kemarin. Total ada sebanyak 59 anggota yang sudah mendapatkan lapak berjualan di teras Malioboro I.

"Yang punya izin hanya 59 dari total anggota paguyuban sebanyak 60 an. Kami juga tengah upayakan agar yang belum memiliki izin ini juga mendapatkan lapak melalui dialog dengan instansi terkait," kata Sogi. (Anz)