
PMI Berkolaborasi dengan Koica Latih Kesiapsiagaan Bencana Bagi Siswa Sekolah di DIY
- Palang Merah Indonesia (PMI) bekerja sama dengan Korean International Cooperation Agency (Koica) memberikan pelatihan kesiapsiagaan bencana, pertolongan pertama, dan COVID-19 kepada anak-anak di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul.
Jogja
YOGYAKARTA, Jogjaaja.com – Palang Merah Indonesia (PMI) bekerja sama dengan Korean International Cooperation Agency (Koica) memberikan pelatihan kesiapsiagaan bencana, pertolongan pertama, dan COVID-19 kepada anak-anak di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul. Pelatihan ini digelar dengan metode luring dan daring.
“Wilayah DIY menjadi salah satu lima wilayah sasaran Program Koica for Kids kerja sama PMI dan KOICA. Ada 500 anak-anak usia taman kanak-kanak (TK) sampai dengan sekolah dasar (SD) yang kita sasar di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul dengan metode luring dan daring,” tutur dr Lipur Riyantiningtyas, Sp.F.,PKK, Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sosial PMI DIY.
Pada kesempatan ini, dr. Lipur menambahkan wilayah Kota Yogyakarta menyasar anak-anak di Sekolah Gajah Wong, Purbayan Kotagede, TPA Masjid Al-Barokah Kotagede, TKA-TPA Nurul Huda Kebrokan Pandeyan Umbulharjo, Serangan Notoprajan, SD N Bhayangkara dan SD Muhammadiyah Karang Kajen. Sementara wilayah Bantul ada di Padukuhan Bothokan, Argosari, Sedayu; Panti Asuhan Himmatu Sanden; Padukuhan Kresen, Bantul; Kelurahan Dlingo dan Sanggar Komunitas Bocah Polah, Dusun Matup, Baturetno, Banguntapan, Bantul.
- Dewi Tinalah, Desa Wisata Edukasi di Kulon Progo dengan Konsep Digitalisasi
- Alami Kekerasan, Perempuan dan Disabilitas Kini Bisa Lapor Lewat WhatsApp
- Askrindo Bekerja Sama dengan RNI Salurkan Rp5 Miliar Untuk Usaha Mikro dan Kecil (PUMK)
Dikatakan dr Lipur Riyantiningtyas, kegiatan tersebut dilakukan selama periode Bulan Desember 2021 sampai dengan Januari 2022 dan mereka nantinya akan mendapatkan paket edukit seperti puzzle, tebak gambar dan lainnya.
“Program ini untuk membantu pemerintah dalam upaya mendidik masyarakat sejak usia dini agar mengenal lingkungan sekitar tentang kesiapsiagaan bencana, pertolongan pertama, krisis kesehatan seperti COVID-19,” kata dr Lipur yang juga merupakan ahli forensik RSUP DR. Sardjito ini.
Herlita Jayadianti, pendamping Sekolah Gajahwong mengatakan, edukasi tentang kebencanaan baru pertama kalinya diberikan kepada anak-anak sekolah Gajahwong bersama PMI. “Ada beberapa potensi bencana di sini, seperti banjir dan angin kencang. Edukasi ini penting untuk anak-anak menyiapkan dirinya sejak dini. Semoga kerja sama ini bisa berkelanjutan,” ungkap Lita yang juga merupakan penerima penghargaan Perempuan Inisiator dari Kota Yogyakarta ini.
- Antisipasi Lahar Dingin Merapi, BPBD Kota Yogya Pastikan 16 EWS Optimal
- Percepat Penyaluran Pembiayaan UMKM di Daerah, BSI gandeng PBMT
- Pemkot Yogya Larang Penyelenggaraan Pesta Kembang Api Akhir Tahun
Sementara itu, Yudi Agus Priyanto, pendongeng yang digandeng PMI dalam program ini menerangkan, melalui metode dongeng, penyampaian pesan lebih mudah diterima anak-anak. “Kami kreasikan dengan dongeng dan lagu-lagu untuk mengedukasi anak-anak ini. Mereka lebih mudah memahami apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana ataupun terluka harus bagaimana sampai bagaimana mencegah penularan virus COVID-19,” terang Yudi.
Yudi melanjutkan, metode dongeng dengan peraga boneka, bernyanyi bersama, pesan lebih bisa tersampaikan, sesuai dengan dunia mereka yang ceria. “Meski kita lakukan secara luring, kami tetap menekankan protokol kesehatan, selain untuk mengurangi dampak COVID-19 tentu juga untuk mengedukasi peserta didik,” pungkas Yudi. (*)
