News

PMI DIY Tutup Kepengurusan 2021–2026 Lewat Mukerprov 2026

  • PMI DIY menutup masa kepengurusan 2021–2026 melalui Mukerprov 2026, dengan fokus evaluasi kinerja dan penguatan respons bencana.
News
Bambang Susilo

Bambang Susilo

Author

SLEMAN, Jogjaaja.com — Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PMI DIY) menggelar Musyawarah Kerja Provinsi (Mukerprov) PMI DIY Tahun 2026 di Grha Sarina Vidi, Sleman, Sabtu (8/2/2026). Mukerprov ini menjadi momentum penting karena merupakan musyawarah kerja terakhir bagi kepengurusan PMI DIY masa bakti 2021–2026 yang akan berakhir pada 8 Oktober 2026.

Mukerprov dihadiri Ketua Bidang Organisasi PMI Pusat Sudirman Said secara daring, Kepala Dinas Kesehatan DIY dr. Gregorius Anung Trihadi, M.P.H. yang mewakili Gubernur DIY, Ketua PMI DIY GBPH. H. Prabukusumo, S.Psi., serta ketua dan jajaran pengurus PMI kabupaten/kota se-DIY.

Ketua PMI DIY GBPH. H. Prabukusumo, S.Psi. atau yang akrab disapa Gusti Prabu mengatakan, Mukerprov kali ini menjadi refleksi sekaligus penguatan langkah strategis menjelang akhir masa kepengurusan. PMI DIY, kata dia, terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sistem manajerial, serta jejaring kerja sama untuk menuntaskan target indikator kinerja sesuai Rencana Operasional PMI DIY 2021–2026.

“Menjelang berakhirnya masa kepengurusan, PMI DIY fokus pada pengembangan kapasitas personel melalui pendidikan dan pelatihan, pembinaan relawan, penguatan sistem manajerial, serta memperluas jejaring kerja sama,” ujar Gusti Prabu.

Ia menegaskan, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan mengamanahkan PMI delapan tugas utama, mulai dari bantuan korban konflik dan bencana, pelayanan darah, pembinaan relawan, pendidikan dan pelatihan, hingga pelayanan kesehatan dan sosial.

Sebagai mitra pemerintah, PMI DIY terus memperkuat koordinasi lintas sektor. Pada tahun 2025, PMI DIY menjalankan program Masyarakat Aman dan Tangguh Bencana (MANTAB) di empat wilayah, yakni Kota Yogyakarta, Bantul, Sleman, dan Gunungkidul, dengan melibatkan 60 anggota Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT).

Selain itu, PMI DIY juga menggelar Jumbara PMR dan Temu Karya Relawan PMI DIY yang melibatkan lebih dari 500 peserta sebagai strategi pembinaan relawan. “SDM yang terlatih dan berintegritas menjadi kunci respons cepat dalam pelayanan kemanusiaan,” katanya.

Sepanjang tahun 2025, PMI DIY mencatat telah menjangkau lebih dari dua juta jiwa penerima manfaat melalui berbagai layanan, mulai dari respons bencana banjir di DIY, Bali, dan Sumatera, distribusi air bersih, pembersihan lingkungan, pelayanan kesehatan, dukungan psikososial, hingga layanan pertolongan pertama dan ambulans.

Terkait respons banjir di Sumatera, Gusti Prabu menyampaikan bahwa hingga 29 Januari 2026, donasi masyarakat yang dihimpun PMI DIY mencapai Rp451.057.236. Dana tersebut telah disalurkan kepada PMI Provinsi Aceh sebesar Rp175 juta, PMI Provinsi Sumatera Utara Rp125 juta, dan PMI Sumatera Barat Rp100 juta.

“Kami menghaturkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, lembaga, korporasi, mitra kerja, pelanggan Apotek K24, serta Pemerintah Daerah DIY yang terus mendukung kerja-kerja kemanusiaan PMI DIY,” ungkapnya.

Gusti Prabu menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik dengan bekerja secara profesional, transparan, dan akuntabel, serta menjunjung tinggi tujuh Prinsip Dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.

Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi PMI Pusat Sudirman Said berharap Mukerprov dapat menjaga efektivitas organisasi PMI DIY agar tetap produktif dan solid. Menurutnya, koordinasi yang baik dengan pemerintah menjadi kunci keberhasilan PMI sebagai mitra strategis negara.

Ia juga mengapresiasi PMI DIY sebagai salah satu daerah yang menjadi inspirasi nasional, khususnya dalam penanganan Covid-19, pengelolaan Klinik Hemodialisis, dan penyelenggaraan pendidikan serta pelatihan PMI.

Gubernur DIY dalam sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Kesehatan DIY dr. Gregorius Anung Trihadi, M.P.H., menyebut PMI sebagai wajah kemanusiaan yang hadir di saat masyarakat berada pada kondisi paling rentan.

“PMI bukan sekadar organisasi sosial, tetapi simbol kemanusiaan. PMI hadir saat bencana datang, saat darah dibutuhkan, dan saat harapan nyaris padam,” ujar dr. Anung.

Gubernur berharap Mukerprov menjadi ruang strategis untuk merumuskan masa depan PMI DIY agar semakin tangguh dalam respons bencana, modern dalam pelayanan darah, serta kuat dalam pembinaan relawan muda yang berintegritas. Pemerintah Daerah DIY, kata dia, siap terus memperkuat sinergi lintas sektor demi dampak nyata bagi masyarakat.