News

PPDB Jalur Zonasi Mutu, Murid Diimbau Cermat Pilih Sekolah

  • YOGYA, Jogjaaja.com -  Setelah menyelesaikan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMP negeri jalur bibit unggul dan zonasi wilayah, kini masuk pada
News
Ties

Ties

Author

YOGYA, Jogjaaja.com -  Setelah menyelesaikan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMP negeri jalur bibit unggul dan zonasi wilayah, kini masuk pada tahap verifikasi jalur mutu.

Untuk sementara di sejumlah sekolah terjadi persaingan nilai yang cukup ketat.

Calon peserta didik pun diimbau cermat dalam menentukan sekolah yang hendak dipilih.

"Nilai yang sudah masuk di jalur bibit unggul itu ada sekitar tujuh persen. Sehingga untuk jalur mutu ini kami berharap calon peserta didik bisa hati-hati dalam memilih sekolah," tandas Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogya Budi Santoso Asrori, Senin (20/6/2022).

PPDB SMP negeri di Kota Yogya melalui jalur mutu sebenarnya sudah diawali dengan pengajuan pendaftaran secara online melalui laman yogya.siap-ppdb.com sejak 17 Juni 2022 lalu.

Akan tetapi sejak kemarin sudah masuk tahap verifikasi pendaftaran hingga 22 Juni 2022. Namun demikian proses pengajuan pendaftaran online juga masih dibuka hingga 22 Juni 2022.

Khusus pada hari terakhir, pengajuan online hanya dilayani hingga pukul 10.00 WIB. Selepas itu, sistem akan secara otomatis ditutup guna memberikan kesempatan verifikasi di sekolah.

Pada hari terakhir pengajuan pendaftaran serta verifikasi tersebut, berdasar pengalaman tahun-tahun sebelumnya, selalu paling padat. Hal ini karena kuota PPDB jalur mutu merupakan yang paling besar dibanding jalur lain, sekaligus menjadi tumpuan terakhir bagi calon peserta didik yang tidak lolos jalur bibit unggul maupun zonasi wilayah.

"Harapan kami tidak ada yang terlempar. Dalam arti masuk dalam pasing grade sekolah negeri," harap Budi.

Oleh karena itu, Budi kembali mengimbau calon peserta didik maupun orangtua untuk hati-hati dalam memilih sekolah.

Terutama jika nilainya tidak terlalu tinggi maka hendaknya menghindari persaingan dengan nilai-nilai tinggi. Sehingga lebih baik memilih sekolah dengan peluang diterimanya tinggi. Pasalnya, pintu gerbang sekolah untuk verifikasi pendaftaran akan ditutup pada pukul 14.00 WIB.

Sementara itu, hasil rata-rata Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) jenjang SD yang digunakan untuk seleksi PPDB SMP negeri jalur mutu, pada tahun ini mengalami kenaikan.

Kondisi tersebut bisa berdampak pada persaingan kursi yang lebih ketat jika dibandingkan dengan hasil tahun lalu. Sebagai contoh di SMPN 1 Kota Yogya. Pada tahun lalu nilai tertinggi yang diterima ialah 268.00 sedangkan nilai terendah 236.58. Sementara hasil sementara hingga kemarin siang, nilai tertinggi yang masuk 264.00 dan nilai terendah 211.43.

Dengan rerata hasil ASPD jenjang SD yang naik, maka calon peserta didik yang sementara diterima dengan posisi bawah, rentan untuk terlempar.

"Makanya calon peserta didik saat pengajuan pendaftara boleh mengajukan tiga pilihan sekolah. Tetapi ketika melakukan verifikasi pendaftaran, harus menuju sekolah yang dipilih. Tidak boleh gonta ganti sekolah. Harus cermat betul," tandasnya.

Terkait hasil ASPD jenjang SMP yang akan digunakan untuk proses seleksi PPDB jenjang SMA negeri jalur mutu, menurut Budi juga lebih baik dari tahun lalu. Sebaran nilainya juga cukup bagus.

Nilai tinggi di kisaran 380-390 bahkan mencapai 17 anak. Namun demikian, kesenjangan antar sekolah di Kota Yogya tidak terlalu tinggi. Hal itu pun bisa menjadi tolok ukur kesenjangan kualitas antar sekolah semakin berkurang.

"Tapi kalau ke SMA kan yang digunakan gabungan antara ASPD dengan nilai rapor. Walaupun nilai rapornya hanya 40 persen," katanya. (Anz)