
Program Organisasi Penggerak Mulai Berdampak
- JAKARTA – Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang dijalankan sejak tahun lalu
News
JAKARTA – Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang dijalankan sejak tahun lalu mulai membuahkan hasil. Sejumlah organisasi masyarakat yang tergabung dalam program ini telah menjalankan aktivitas pelatihan dan pendampingan di berbagai daerah terutama menyasar guru dan tenaga kependidikan.
Agus Soekarno, Direktur Ceria Bocah Indonesia, salah satu peserta POP untuk pendidikan usia dini, menjelaskan organisasinya fokus kepada pelatihan untuk meningkatkan kreativitas pendidik dalam hal menggambar, mewarnai, bercerita, mendongeng serta cipta dan gerak lagu. Selama program berlangsung, animo para pendidik untuk meningkatkan kemampuan sangat tinggi.
Melalui program ini diharapkan para guru akan lebih kreatif dalam melaksanakan pembelajaran. “Peserta semakin sadar bahwa membuat lagu itu tidak sulit dan guru dapat mengarahkan anak didiknya untuk menggambar dan mewarnai secara baik tanpa membatasi kreativitas mereka,” kata Agus kepada media, Jumat (25/3).
Agus mengakui, pengurangan anggaran yang terjadi bukan halangan bagi organisasinya menjalankan program pada sekolah-sekolah di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Namun, ia mengakui bahwa pengurangan anggaran tersebut membuat ia harus menyesuaikan beberapa aktivitas dan menyiapkan dana mandiri.
Tingginya antusiasme guru di daerah yang menjadi program organisasi penggerak salah satunya ditunjukkan oleh animo mereka saat Ceria Bocah Indonesia menginisiasi pementasan seni dan pameran sebagai penutupan POP tahun 2021. “Sebanyak 150 guru yang masuk dalam program semuanya ingin tampil, tetapi karena keterbatasan waktu kami terpaksa membatasi jumlah peserta pentasnya,” kenang Agus.
Ia pun berharap, para pendidik yang telah mengikuti POP dapat menjadi motor penggerak perubahan di sekolah masing-masing, bahkan hingga level Kabupaten Bantul. Sejauh ini, kabupaten di selatan Yogyakarta tersebut memiliki 18 kecamatan di mana Ceria Bocah Indonesia memiliki perwakilannya.
Sebagai bagian proses perbaikan kualitas pendidikan, Agus berharap POP akan terus berlanjut. Ceria Bocah akan menjalankan batch kedua POP tahun ini mulai April. “Sebagai organisasi tidak boleh berhenti meningkatkan mutu pendidik melalui sinergi dengan pemerintah saja, tetapi harus bisa berkreativitas untuk mencari cara agar guru dapat meningkatkan pendidikan di Indonesia,” tegas Agus.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek, Iwan Syahril, menyatakan POP hadir sebagai bagian dari program strategis untuk mempercepat proses transformasi pendidikan di Indonesia. “Saya sangat bersyukur manfaat program ini mulai dirasakan meskipun terjadi penyesuaian anggaran seiring pandemi,” kata Iwan menanggapi perkembangan terkait POP.
Menurut Iwan, langkah Ceria Bocah Indonesia, menjadi salah satu bukti implementasi berbagai praktik baik di sektor pendidikan yang dapat ditiru. Program pengembangan kreativitas pendidik tersebut bekerjasama dengan berbagai pihak. Inovasi ini diharapkan dapat memaksimalkan pembelajaran yang menyesuaikan kebutuhan siswa melalui kreativitas sehingga tenaga pendidikan dapat menjadi motor penggerak di sekolah dan lingkungannya.
Nantinya, berbagai aktivitas organisasi penggerak bakal bersinergi dengan Program Guru Penggerak dan Program Sekolah Penggerak. Dengan demikian, bakal tercipta sebuah ekosistem pembelajaran yang saling menguatkan dan melibatkan seluruh pihak. “Melalui POP dan program strategis lainnya, kami berharap akan ditemukan berbagai metode pembelajaran yang efektif, kreatif, dan inovatif sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia,” pungkas Iwan.
