Sleman

Promosi Wisata dan Pengembangan Prestasi di Tour de Prambanan 2022

  • SLEMAN, Jogjaaja.com - Tour de Prambanan 2022 akan digelar sebagai agenda promosi pariwisata daerah sekaligus ajang penjaringan atlet berprestasi di Jogja.Dalam
Sleman
Ties

Ties

Author

SLEMAN, Jogjaaja.com - Tour de Prambanan 2022 akan digelar sebagai agenda promosi pariwisata daerah sekaligus ajang penjaringan atlet berprestasi di Jogja.

Dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Hotel Jayakarta, Sleman, Rabu (27/7/2022), Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Sleman (BPPS) Kus Endarto menyebut, ini selaras dengan tujuan event yang memang sebagai sport tourism.

“Yang menjadi lokomotif pariwisata hari ini adalah event. Karena event itu sendiri secara tidak langsung akan menjadi ajang promosi,” ujarnya.

Menurut Kus, Tour de Prambanan yang akan diikuti oleh banyak peserta dari luar wilayah Jogja bahkan mancanegara, menjadi medium yang pas untuk ajang promosi tersebut.


“Karena nantinya peserta akan melintasi beberapa lokasi wisata, ini akan mempromosikan destinasi wisata. Lebih dari itu, karena estimasi waktu menginap mungkin sekitar tiga hari, ini sekaligus promosi penginapan seperti hotel,” jelasnya.

“Bahkan, karena banyak makanan khas akan disajikan pada peserta, ini jadi agenda promosi kuliner daerah,” imbuh Kus.


Tahun ini, Tour de Prambanan sendiri akan diikuti oleh 1.270 peserta, yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia bahkan mancanegara.
Panitia penyelenggara mengonfirmasi, peserta dalam negeri dengan daerah asal terjauh berasal dari Papua sebanyak 8 orang. Sementara peserta mancanegara, berasal dari Jepang, Belanda, dan Jerman.

Tahun ini, BPPS akan menggandeng Ganefo Olympic Center (GOC) dan Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) sebagai operator penyelenggara.


Menurut Kus, alasan BPPS menggandeng dua lembaga tersebut karena mereka memiliki pengalaman dan sumber daya mumpuni dalam menyelenggarakan event akbar seperti Tour de Prambanan.

Lebih jauh, itu karena tujuan dari Tour de Prambanan tak sedakar agenda promosi pariwisata, tapi juga ajang penyaringan atlet balap sepeda, baik untuk wilayah Jogja maupun daerah lain.

“Sebaiknya, event ini memang punya keterkaitan dengan cabor balap sepeda. Maka dari itu, kami menggandeng ISSI sekaligus untuk memancing atlet-atlet dalam mengembangkan potensi mereka,” ujar Kus.

Lebih lanjut, Ketua Umum Ganefo Olympic Center (GOC) Syukron Arif Muttaqin, mengatakan ajang ini pastinya dapat menggali potensi bibit atlet balap sepeda di DIY.

 

“Selain menggali potensi, ajang ini juga sekaligus menyediakan wahana tanding untuk para atlet sepeda road bike di DIY yang diwakili oleh ISSI masing-masing Kabupaten dan Kota di DIY untuk ditandingkan bersama atlet-atlet balap sepeda dari seluruh Indonesia,” ujarnya. (Eff)