
Raup Cuan dari Bisnis Hotel, Eks Bankir ini Ajak Investor Kembangkan Gunungkidul
- TANJUNGSARI, Jogjaaja.com - Menemukan dunia lain. Ungkapan ini tampaknya benar dirasakan oleh mantan bankir senior Cyrilus Harinowo saat kepincut oleh keindahan
Budaya
TANJUNGSARI, Jogjaaja.com - Menemukan dunia lain. Ungkapan ini tampaknya benar dirasakan oleh mantan bankir senior Cyrilus Harinowo saat kepincut oleh keindahan alam yang ada di Kabupaten Gunungkidul.
"Saya lahir di Yogyakarta dan saat berkuliah belum pernah ke Kabupaten Gunungkidul. Baru pada tahun 2010 saat ingin membeli rumah joglo tua dan melewati Jalan Raya Panggang yang berkelok. Tiga bulan sebelumnya berkesempatan mengunjungi San Frandisco," kata Cyrillus Harinowo disela diskusi santai dengan media dalam rangka #BCAGoesTo Gunungkidul di Drini Hills Jalan Pantai Selatan Jawa Banjarejo Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Gunungkidul, Kamis (18/8).
Lantaran masih mengalami jetlag usai menempuh perjalanan jauh dari Indonesia, saat waktu setempat menunjukkan Pukul 03.00 mengendarai mobil sendiri menuju Monterey dan Santa Cruz. Uniknya kawasan itu memiliki kondisi geografis yang serupa dengan Panggang.
- Digugat Eliana Wibowo Rp11 Triliun, Ini Tanggapan Blue Bird
- Raup Cuan dari Bisnis Hotel, Eks Bankir ini Ajak Investor Kembangkan Gunungkidul
- Semangat Hari Kemerdekaan, Gerakan ‘Tunjuk Tangan untuk Generasi Maju Indonesia’ Pulih Lebih Cepat dan Bangkit Lebih Kuat Diluncurkan
- Typhoon Tercantik Jerman Tercecer ke Indo Pasifik
Namun,Monterey mampu menjadi kawasan elit bahkan memiliki lapangan golf termahal meski daerahnya berkapur, berpantai dan sekilas mirip juga dengan Kawasan Nusa Dua Bali.
"Di Tahun 2013 kembali lagi ke Gunungkidul karena ada acara keagamaan di Semanu dan sangat terkejut saat ke toilet karena airnya sangat jernih dan tidak menyangka Gunungkidul yang terkenal tandus memiliki sumber air berlimpah," ungkapnya.
Cyrillus mengetahui dari warga setempat bahwa air tersebut berasal sari Proyek Bribin dimana air berasal dari sungai bawah tanah yang digali oleh tim ahli Universitas Karsluhe Jernan ratusan meter dalamnya. Melalui pipa itu akhirnya mampu mengalirkan kebutuhan air bersih bagi warga.
"Di tahun 2013, Saya berkesempatan meresmikan Wirawisata Goa Pindul dan semakin menunjukkan Kabupaten Gunungkidul memiliki potensi alam luar biasa namun belum tergarap maksimal," kata Komisaris Independen PT Bank Central Asia Tbk (BCA) ini.

Dari penelusurannya saat mengunjungi Pantai Drini dan Pantai Ngobaran didapati hasil bahwa Kabupaten Gunungkidul memiliki kawasan geopark kareba terdapat Gunung Nglanggeran yang merupakan gunung api purba. Bahkan ada Sungai Bengawan Solo purba dimana mata airnya berasal dari Wonogiri namun bermuara di Pantai Sadeng.
"Pantai Sadeng merupakan pantai paling timur di Gunungkidul dan merupakan bekas sungai besar yaitu Bengawan Solo Purba. Tidak mengherankan bila sampai saat ini dikawasan itu terlihat karang dan biota laut bekas lautan di zaman purba," paparnya.
Istimewanya, kata Cyrillus di Gunungkidul ada 13 geopark yang sudah didaftarkan ke Unesco. Sampai saat ini Unesco mencatat ada 165 geopark di dunia dan 10 persennya berada di Gunungkidul. Ditambah memiliki 50 pantai yang sudah memiliki nama namun memiliki formasi batuan yang berbeda satu sama lainnya. Termasuk kondisi masyarakat yang sangat mendukung perkembangan pariwisata.
"Keindahan dan potensi alam itu saya tulis di media cetak nasional dan BCA Prioritas. Hal itu mendapat perhatian dari pengusaha lokal di Yogyakarta dan banyak memiliki lahan di Gunungkidul. Keputusan membeli tanah yang awalnya dianggap gila dan tidak menguntungkan, lama kelamaan bisa menjadi bisnis seperti hotel dan kawasan wisata buatan seperti Heha Sky atau Heha Ocean yang sangat berkembang saat ini, " katanya.
Sebagai bankir senior yang puluhan tahun berkarier di bank sentral atau Bank Indonesia, naluri bisnis Cyrillus Harinowo semakin terasah sehingga di tahun 2017 membangun Hotel Radika Paradise di Jalan Pantai Selatan Kecanatan Tepus Gunungkidul. Hotel ysng awaknya berkonsep bagi kelas menengah ke bawah ini malah semakin ramai terutama villa yang memiliki privat pool menghadap laut. Villa ini dipasarkan dengan harga Rp1,5 juta per malamnya.
"Konsep awalnya villa diisi 10 pax dengan lima tempat tidur bertingkat dengan harga ekonomis. namun yang paling laku dan selalu sold out adalah villa privat pool yang hanya berjumlah 8 unit," imbuhnya.
Dia mengakui awalnya mengoperasikan Radika Palace yang memiliki 21 kamar pada tahun 2018 sangat berat. Apalagi saat pandemi Covid-19 merebak dan harus ikut lockdown. Beruntung, dia bersama rekan bisnis lain tidak harus membayar bunga dan cicilan sampai Maret 2021.

"Kami harus pinjam modal usaha sebesar Rp5 miliar. Pinjaman pertama Rp2 miliar dan yang kedua Rp3 miliar. Namun, saat dibuka lagi operasionalnya okupansi selalu di atas 50 persen dan tabungan yang terkumpul bisa membayar pinjaman yang pertama," katanya.
Dia menambahkan hal ini merupakan contoh riil bagi investor dan memastikan bisnis ini sangat menggiurkan. Wisatawan domestik kelas menengah atas masih banyak membutuhkan hotel sehingga di tahun 2020 kembali membangun Drini Hills dengan 21 kamar.
"Persaingan masih kecil dan potensi pengusaha menghasilkan masih sangat besar. Bisa dipastikan 10 sampai 25 tahun mendatang Gunungkidul paling keren. investor bisa tangkap peluang ini," jelasnya lebih lanjut.
Cyrillus Harinowo berani mengklaim bahwa kehadiran Drini Hills akan mengundang investor lainnya karena berdasarkan informasi dari PHRI Gunungkidul kebutuhan kamar hotel di kawasan deretan pantai ini mencapai 500 sedangkan saat ini baru terpenuhi 200 kamar saja. Apalagi proyek Jalur Jalan Lintas Selatan peninggalan program Presiden SBY sudah terlaksana sehingga akses menuju Gunungkidul semakin mudah dan nyaman.
- Ada Pameran Alutsista Sambut HUT RI di Jogja City Mall
- Baru Dirilis, Film Carter Langsung jadi Jagoan Baru Netflix
- Digelar 2 Hari di JEC, Indonesia Custom Show Jadi Wadah Kreatif Pecinta Otomotif
"Belum lagi saat pelaksanaan seminar tahun 2017 di Hotel Royal Ambarrukmo yang mendatangkan Menhub Budi Karya Sumadi dan Menteri PUPR Basuki Hardjolukito ada wacana Bandara Gading akan dikonversi menjadi landasan pesawat ATR dan pesawat pribadi," pungkasnya. (*)
