Jogja

Resmikan Gedung Inspektorat, Sri Sultan Dukung Pencegahan Korupsi

  • YOGYA, Jogjaja.com –  Pencegahan korupsi harus didukung dengan penguatan kelembagaan, pengembangan dan pelaksanaan strategi anti korupsi nasional. Di sampi
Jogja
Ties

Ties

Author

YOGYA, Jogjaja.com –  Pencegahan korupsi harus didukung dengan penguatan kelembagaan, pengembangan dan pelaksanaan strategi anti korupsi nasional. Di samping itu juga harus disertai penguatan komitmen kepemimpinan, baik di pusat maupun daerah.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan hal demikian saat meresmikan Gedung Inspektorat DIY, Rabu (26/10) di Semaki, Umbulharjo, Yogyakata. Meski peresmian gedung adalah peristiwa biasa, tetapi Sri Sultan berharap momentum ini bisa dijadikan titik kembang Inspektorat DIY sebagai penanda peningkatan kualitas pengawasan.

Sri Sultan mengungkapkan, kemegahan bangunan gedung baru adalah prasarana fisik. Prasarana ini akan mendukung kinerja instansi untuk serius melakukan pengawasan. Faktor SDM yang menjadi pengelola dan pengawas di dalam gedung Inspektorat ini menjadi faktor mutlak. “Saya berharap agar peningkatan fisik ini harus didukung oleh peningkatan kualitas modal manusia dan inovasinya,” kata Sri Sultan.

Dalam upaya mewujudkan good governance di lingkungan Pemda DIY, ada 3 upaya yang dapat ditempuh, yaitu up-grading kompetensi ASN, pendayagunaan TIK dan community engagement. Up-grading ASN dapat dilakukan melalui pendidikan anti korupsi, peningkatan skill literasi keuangan bagi aparatur negara, formulasi penerapan tingkat kompensasi yang adil, serta membangun mekanisme pelaporan yang kredibel dan aman.

“Dari sisi implementasi TIK dan community engagement, Inspektorat dapat menggagas upaya monitoring digitalisasi layanan publik. Selain itu juga bisa membangun sebuah sistem yang mendukung advokasi dan partisipasi warga, melalui interaksi yang lebih sederhana antara pemerintah dan masyarakat,” papar Sri Sultan.

Momentum peresmian ini menurut Sri Sultan juga menuntut Inspektorat agar mampu beradaptasi dan berkomunikasi mengintegrasikan nilai-nilai dan strategi, membentuk satu kekuatan dalam satu kultur kinerja. Sehingga dengan demikian, energi seluruh komponen dapat fokus pada pencapaian tujuan strategis yang telah digariskan, dan itu merupakan modal penting dalam proses manajemen sumberdaya.

Sri Sultan berharap, gedung baru ini akan menjadi the House of Governance, dengan integrity, collaboration, dan hospitality sebagai ruh-nya. Dirinya ingin Inspektorat DIY dapat mendukung tercapainya tataran masyarakat sejahtera dan pemerintahan yang berwibawa.

 

“Semoga mampu selaras dengan filosofi Sido Mukti dan Kawung yang melekat di beberapa bagian gedung ini, sebagai cerminan tekad setya tuhu ing pangawulan, sregep marang pagawean kang wus winajibake.” (*)