Edukasi

Retret Ekologi Lintas Iman USD Tuai Apresiasi dalam Konferensi Laudato Si di Roma

  • Universitas Sanata Dharma (USD) berbagi pengalaman program retret ekologi lintas iman dalam Konferensi Internasional "Ten Years of Laudato Si' : Challenges and Hope" di Pontifical Gregorian University, Roma, Italia, 12-14 Juni 2025.
Edukasi
ifta

ifta

Author

YOGYAKARTA – Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Kali ini, USD membagikan pengalamannya dalam mengembangkan program retret ekologi lintas iman dalam Konferensi Internasional “Ten Years of Laudato Si’: Challenges and Hope” yang digelar di Pontifical Gregorian University, Roma, Italia, pada 12–14 Juni 2025.

Konferensi ini diselenggarakan untuk menandai 10 tahun diterbitkannya ensiklik Laudato Si’, sebuah dokumen penting karya Paus Fransiskus yang menyoroti krisis ekologi dan panggilan untuk merawat bumi sebagai rumah bersama. Acara ini mempertemukan berbagai institusi pendidikan Jesuit dari seluruh dunia untuk saling berbagi praktik dan refleksi seputar pendidikan ekologi integral.

Universitas Sanata Dharma diwakili langsung oleh Rektor USD, Albertus Bagus Laksana, S.J., S.S., Ph.D., serta dosen Program Studi Akuntansi dan anggota Green Team USD, Ilsa Haruti Suryandari, S.I.P., M.Sc., Ak., CA.

Dalam sesi kelompok diskusi bertajuk “Integral Ecology Education and Communication”, Ilsa mempresentasikan inisiatif USD dalam menyelenggarakan retret ekologi yang inklusif, terbuka untuk mahasiswa dari berbagai latar belakang agama dan kepercayaan.

“Melalui retret ini, kami mengajak mahasiswa untuk mengalami hubungan spiritual dengan alam tanpa harus melepas identitas keagamaannya. Mereka dapat merefleksikan hubungan dengan ciptaan sesuai keyakinan masing-masing,” jelas Ilsa dalam paparannya.

Program ini dirancang untuk mendorong kesadaran ekologis yang berakar dari spiritualitas masing-masing peserta, sekaligus membangun ruang dialog dan kebersamaan lintas iman.

Presentasi USD tersebut mendapat sambutan positif dari para peserta konferensi. Sejumlah institusi pendidikan dari berbagai negara mengungkapkan ketertarikan mendalami format dan pelaksanaan program retret ini. Bahkan, muncul gagasan untuk menjajaki kolaborasi lintas negara dalam penyelenggaraan retret bersama secara daring.

Selain menyampaikan praktik retret lintas iman, delegasi USD juga aktif dalam diskusi kelompok lain berjudul “The Future of Theology under the Challenge of Integral Ecology” yang mengangkat bagaimana teologi dapat menjawab tantangan krisis ekologis secara lebih kontekstual dan transformatif.

“Banyak insight yang kami dapatkan dari universitas-universitas lain, seperti pentingnya kerja lintas fakultas dan pelibatan komunitas lokal dalam proyek keberlanjutan,” ujar Ilsa.

Konferensi ditutup dengan refleksi bersama dan kunjungan ke Borgo Laudato Si’, sebuah komunitas yang menerapkan hidup berkelanjutan secara nyata dan menjadi laboratorium hidup dari nilai-nilai dalam ensiklik Laudato Si’.

Keikutsertaan Universitas Sanata Dharma dalam forum bergengsi ini tidak hanya memperkuat posisi USD dalam gerakan ekologi global, tetapi juga menegaskan komitmen universitas untuk terus merawat bumi melalui pendekatan yang inklusif, spiritual, dan berbasis nilai-nilai lokal. (*)