Jogja

Sambut Tahun Baru Imlek, Pameran Seni Simo Wolu Lan Songo Hadir di Lippo Plaza

  • YOGYA,Jogjaaja.com - Dinas Pariwisata Kota Yogya bekerja sama dengan Lippo Plaza Jogja dan Kenia Nusa Karya menyelenggarakan pameran seni bertajuk Simo Wolu lan
Jogja
Ties

Ties

Author

YOGYA,Jogjaaja.com - Dinas Pariwisata Kota Yogya bekerja sama dengan Lippo Plaza Jogja dan Kenia Nusa Karya menyelenggarakan pameran seni bertajuk Simo Wolu lan Songo pada 11 Januari-8 Februari 2022 di Atrium Lantai Ground Floor.

Pameran Simo Wolu Lan Songo merupakan upaya untuk memfasilitasi seniman-seniman muda Yogya untuk tetap melakukan kegiatan seni sehingga dapat bertahan dan beradaptasi dalam situasi pandemi seperti saat ini.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogya, Wahyu Hendratmoko mengatakan, konsep yang diusung dalam pameran seni ini adalah Contemporary Art yang merupakan pameran delapan seniman muda Yogya dan satu seniman senior.

"Berbagai aktivitas dan produk seni dikemas meriah, dikolaborasikan dalam berbagai bentuk karya seni, dan dipamerkan di Atrium Lippo Plaza Jogja," katanya, Minggu (16/1/2022).

Menurut Wahyu, makna dari tajuk Simo Wolu lan Songo ini adalah Simo yang dalam bahasa Jawa halus artinya adalah macan atau harimau. Simo juga merupakan salah satu nama kecamatan di Boyolali yang dikenal sebagai tempat atau saksi perjalanan Sunan Kudus dari Pengging Boyolali menuju Kesultanan Demak.

"Penggabungan unsur Jawa dan Cina merupakan adopsi untuk tajuk pameran ini yang bertepatan dengan memasuki tahun baru Cina dan pada tahun ini bertepatan dengan tahun shio Macan Air," katanya.  

Shio Macan dikatakan memiliki kharisma seorang pemimpin, kuat secara fisik dan mental, ambisius, agresif, berani, mandiri, dan bertanggung jawab.

Sementara Wolu juga berarti angka delapan dalam bahasa Jawa diucap dengan kata “wolu”, angka yang memiliki lambang isi semesta. Angka “wolu” ini memiliki hubungan erat dengan angka sekawan (4), sebab angka delapan memiliki filosofi arti delapan perkara yang berada di alam semesta yang seharusnya dijaga manusia.

"Dalam pameran ini, “wolu” menggambarkan jumlah seniman muda kreatif yang berpartisipasi," katanya.

Untuk Lan Songo, dalam bahasa Jawa berarti “dan (yang ke) Sembilan”. Angka sembilan memiliki filosofi angka yang sering dimaknai sebagai kesuksesan atau pencapaian tertinggi dan secara simbolis akan divisualisasikan dengan keberadaan karya tulis salah satu seniman senior, Ida Hadjar (alm) sebagai seniman kehormatan yang ke-sembilan dalam pameran ini.

Tajuk “Simo Wolu lan Songo” ini merupakan tanggung jawab insan seni untuk terus berkarya di tengah situasi disrupsi pandemi yang serba tidak menentu. 

Selain diselenggarakan dalam rangka menyambut tahun baru Cina (Imlek) 2022, pameran seni ini juga sekaligus menjadi awal dari UpperGround Gallery yang merupakan galeri seni permanen di lantai Upper Ground (UG) Lippo Plaza Jogja selepas berakhirnya pameran “Simo Wolu lan Songo” ini. (*)