
Sandiaga Uno Dorong Milenial Taklukkan Era Metaverse
- SLEMAN, Jogjaaja.com - Penggunaan mobile crane pada wahana Ngopi in the Sky yang dihentikan oleh Pemda DIY turut menjadi perhatian Menparekraf RI Sandiaga Salah
Sleman
SLEMAN, Jogjaaja.com - Penggunaan mobile crane pada wahana Ngopi in the Sky yang dihentikan oleh Pemda DIY turut menjadi perhatian Menparekraf RI Sandiaga Salahuddin Uno.
Pada acara diskusi "Netes Business Incubation: Pengembangan SDM dan Peluang Percepatan Ekonomi Era Metaverse", DIY di Cafe Netes, Sleman akhir pekan lalu Menteri Sandiaga yang didampingi Kadispar DIY Singgih Raharjo mendukung langkah tegas tersebut.
Destinasi wisata tersebut memang sempat viral karena sangat unik dan masih baru dengan ide yang segar. Wahana ini menawarkan pada pengunjung untuk menikmati kopi dan hidangan lain dari ketinggian dengan menaiki gondola yang digantung menggunakan mobile crane. Namun, Pemda DIY menghentikan sementara karena alasan keamanan dan belum adanya izin operasional.
- Nasi Kulit Plus Sambal Super Cuma Rp10.000
- Pakar UGM: Sesaji Bagian Tradisi Kearifan Lokal Masyarakat Indonesia
- Bupati Banyuwangi 'Belajar' SAKIP di Pemda DIY
- Gubernur DIY Dukung Pengembangan Pariwisata Kesehatan Berbasis Budaya
- Sandiaga Uno Dorong Milenial Taklukkan Era Metaverse
- Pemberian Vaksin Booster Bagi Lansia di Kota Yogyakarta Ditargetkan Rampung Februari
"Hasil dari penelaahan sementara yang dilakukan oleh tim K3, masih perlu ada perbaikan dan kami sangat mendukung penuh agar mereka mengutamakan keselamatan dan juga sertifikasi CHSE. Setelah mereka memenuhi aspek keamanan dan keselamatan, tentu juga dalam bingkai CHSE terintegrasi dengan PeduliLindungi," ujar Sandiaga.
Namun menurut Menteri Sandiaga, dirinya menaruh perhatian pada wahana tersebut dan mengaku cukup terkesan dengan kreativitas pengelolanya. Memang menurutnya, DIY tidak pernah kehilangan ide kreatif. Hal inilah yang sangat dia nantikan untuk mampu lahir dari para pelaku pariwisata lainnya. Kreatif dan inovatif, tetapi tanpa mengabaikan faktor keselamatan.
"Kami tentu akan berkoordinasi, memberikan fasilitas. Dan mudah-mudahan jika ini semua terpenuhi, maka bisa beroperasi," ujar menteri Sandiaga.
Selain menyinggung mengenai hal terebut, Sandiaga juga mengajak generasi muda, terutama generasi millenial juga generasi Z untuk meningkatkan kompetensi sehingga mampu mengambil peluang di era metaverse yang penuh akan peluang-peluang baru dalam percepatan ekonomi khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Kami baru saja mengadakan diskusi dengan teman-teman generasi millenial, generasi Z membahas tentang metaverse yang kami yakini sebagai peluang yang bisa kita gunakan untuk kebangkitan ekonomi dan membuka peluang kerja," kata Menparekraf Sandiaga.
Metaverse adalah sebuah dunia virtual di mana pengguna dapat berbelanja, bersosialisasi, mengambil bagian dalam kegiatan, berdagang, rekreasi, dan belajar di dalamnya. Melalui Metaverse, pengusaha dapat membuka peluang tanpa batas untuk meraih banyak keuntungan dengan cara yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan. Bagi para pelaku di bidang industri kreatif, khususnya digital, desain, dan game, hal ini akan menjadi lahan yang terbuka lebar untuk meraih banyak peluang.
Melihat sumber daya manusia di Indonesia yang di dominasi usia produktif, maka era metaverse dapat menjadi wadah serta peluang percepatan ekonomi.
"Sebanyak 23 juta lapangan kerja mungkin tergantikan, tapi ada 46 juta lapangan kerja baru terutama yang berkaitan dengan artificial intelligence, blockchains dengan virtual reality dan augmented reality, serta inovasi-inovasi lainnya," kata Sandiaga.
"Ini adalah awal kebangkitan, kita harus bergerak secara tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu agar apa yang diinginkan oleh teman-teman milenial ini mereka menjadi tuan rumah di negeri sendiri," kata Menteri Sandiaga.
