
Sarasehan UMKM Jamu Nasional, Upaya Mengangkat Kualitas Produk Jamu
- YOGYA, Jogjaaja.com - Keberadaan jamu sebagai warisan leluhur perlu dilestarikan agar tidak kalah saing dengan obat-obatan modern. Upaya ini dilakukan Badan Pen
Home
YOGYA, Jogjaaja.com - Keberadaan jamu sebagai warisan leluhur perlu dilestarikan agar tidak kalah saing dengan obat-obatan modern.
Upaya ini dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dengan menyelenggarakan sarasehan UMKM Jamu se-Indonesia di Yogyakarta.
Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito mengatakan, sarasehan ini penting untuk mengumpulkan para pelaku UMKM jamu nasional demi peningkatan kualitas produk jamu. Dalam acara itu, turut dipamerkan sejumlah produk jamu dan herbal dari pelaku UMKM se-Indonesia.
- Pasca Erupsi Gunung Semeru, Warga Panik dan Suasana Mencekam
- BREAKING NEWS! Gunung Semeru Meletus Hebat
- Wow! Raup Rp438 Miliar, BTS Cetak Rekor dari Konser di SoFi Stadium LA
- Pemkot Yogyakarta Serahkan BLT DBHCHT Kepada 148 Buruh Pabrik Tembakau
- Wujudkan Ekonomi Hijau, Presiden minta Dukungan Kadin
- Gak Cuma dari Adsense, Ini Sumber Penghasilan Vlogger dan Content Creator di Indonesia
"Acara ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas ramuan herbal dari kearifan lokal, pengetahuan warisan turun temurun, literasi dan pemdokumentasian, sehingga jamu mendapat tempat di tengah-tengah komoditas obat-obatan modern saat ini," kata Penny, Sabtu (4/12/2021).
Ia menjelaskan, saat ini sedikitnya terdapat 13.000 produk jamu dari 1.115 sarana, 80 produk obat herbal terstandar dari 19 sarana, dimana jenisnya adalah tiga UMKM, dan 25 produk fitofarmaka dari empat industri obat tradisional yang sudah mengembangkan produk fitofarmaka.
"Kami juga terus melakukan riset, penelitian dan pengembangan jamu, herbal dan obat jamu, terutama sisi aspek kesehatan, uji klinik, sehingga nantinya menumbuhkembangkan UMKM jamu," katanya.
Seketaris Daerah Istimewa Yogyakarta, Kadarmanta Baskara Aji menyampaikan, wilayah Indonesia dengan kearifan lokal di dalamnya memiliki potensi besar untuk mengembangkan jamu tradisional. Dalam proses pengembangan tersebut diperlukan adanya peningkatan dan pemanfaatan produk natural bernilai tambah.
Pihaknya juga mengapresiasi upaya BPOM dalam meningkatkan kualitas jamu tradisional. Sebab, hal itu bisa memberikan kesempatan bagi pelaku usaha jamu tradisional untuk mengembangkan usahanya.
"Dengan keterlibatan BPOM tentu membawa dampak baik, dalam melindungi konsumen dan pelaku usaha jamu tradisional. Karena dengan adanya keterlibatan, masyakarat tidak akan ragu dalam menggunakan jamu tradisional," kata Aji.
Penny menambahkan, indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan produk-produk natural bernilai tambah dan bermanfaat untuk masyarakat Indonesia. Dalam menggiatkan hal tersebut pelaku usaha jamu gendong akan diberikan pendampingan oleh BPOM dalam menghasilkan produk jamu yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.
- Penasaran dengan Trailer Spider-Man: No Way Home? Ini Bocorannya
- Iga Bajog Buka 24 Jam, Aneka Olahan Iga Sapi Tersedia Disini
- Hore! Sudah Tayang, Ini Link Nonton Drakor One Ordinary Legal Tanpa di Drakorindo
Misalnya didengar program orang tua angkat yang melakukan pendampingan bagi para pelaku usaha jamu gendong untuk naik kelas dalam usahanya. Sehingga dapat menghasilkan jamu yang berstandar BPOM.
"Pelaku usaha industri jamu bisa menjadi orang tua angkat para pelaku usaha jamu gendong. Apakah itu memberikan training atau memberikan peralatan teknologi. Itu nanti akan dibantu oleh orang tua angkat," ujarnya. (Anz)
