Budaya

Sensasi Menyeruput Kopi Sambil  Menikmati Karya Seni

  • YOGYAKARTA dikenal sebagai surga wisata kuliner sekaligus seni budaya.  Lebih istimewa lagi, bagi mereka para pecinta kopi, kini bisa menikmati keduanya. Y
Budaya
Ties

Ties

Author

YOGYAKARTA dikenal sebagai surga wisata kuliner sekaligus seni budaya.  Lebih istimewa lagi, bagi mereka para pecinta kopi, kini bisa menikmati keduanya. Yakni menikmati sensasi mengopi sambil menyaksikan karya seni lukis karya para seniman di Yogyakarta.

Bertempat di Kampung Nitipuran, Yogyakarta, kafe bernama Kopi Jingga ini memang unik. Selain menyajikan beragam kopi, baik arabika maupun robusta, pengelola juga menambahkan nuansa kebudayaan atau seni atau art shoop.

Mbah Tulus, pengelola Kopi Jingga menyebut, Yogya memiliki potensi seniman, budayawan, mahasiswa hingga para pecinta kopi dan kuliner. Potensi itu ia padupadankan dan terbitlah ide Kopi Jingga, yang dipersembahkannya bagi penikmat kopi sekaligus pelaku seni budaya.

"Sensasi menyeruput kopi sambil menyaksikan karya lukis memang terasa berbeda. Pengunjung akan kita ajak semakin intens merasakan kopi, ada saat pikiran dibawa pada karya karya seni, disaat itulah aroma kopi akan memberi sensasinya sendiri," ungkap Mbah Tulus.

Di tempat ini disajikan racikan kopi dari berbagai daerah di Indonesia mulai kopi Aceh hingga Flores, bahkan kopi Merapi, Temanggung dan jenis kopi nusantara lainnya, yang memiliki keanekaragaman rasa yang berbeda beda.

Menurut Mbah Tulus, pengunjung di Kopi Jingga, juga akan disuguhi beragam menu baik tradisional hingga kekinian. Tak hanya kopi, Mbah Tulus juga menawarkan berbagai minuman wedang tradisional seperti secang, jahe, hingga minuman rempah lainnya.

"Semua bahan minuman, merupakan rempah tradisional, seperti jahe, secang, sereh, hingga jeruk nipis, dan wedang uwuh," ungkapnya.

Selain minuman, menu yang disajikan di tempat ini juga mengutamakan pangan lokal dengan cita rasa khas Yogyakarta dan menu asli dari sejumlah daerah. Mulai bakmi Jawa, nasi goreng, hingga masakan kampung berbahan ayam, ikan dan lauk khas tempe bacem, tahu bacem, serta dilengkapi sambal khas.

"Pengunjung bisa menemukan banyak pilihan, bahkan ada bakmi betawi, soto, nasi tumpeng, ingkung, masakan lainnya juga ada baik ayam, ikan, dan lain lain, lengkap," sambung Mbah Tulus.