
Serangan Rusia Berlanjut, Jerman Langsung Kirim IRIS-T ke Ukraina
- Setelah serangan besar-besaran pada Senin 11 Oktober 2022, Rusia masih melakukan serangan rudal ke sejumlah kota di Ukraina.
News
KYIV-Setelah serangan besar-besaran pada Senin 11 Oktober 2022, Rusia masih melakukan serangan rudal ke sejumlah kota di Ukraina. Namun skalanya jauh lebih kecil dibandingkan gelombang serangan pertama.
Sedikitnya tujuh orang tewas dan delapan terluka dalam serangan Rusia di pasar yang ramai di kota Avdiivka pada Rabu 12 Oktober 2022. Avdiivka adalah kota penting regional di Donetsk.
Gubernur wilayah Donetsk timur Ukraina Pavlo Kyrylenko mengatakan rusia menyerang pasar sentral di mana banyak orang berada pada waktu itu.
Rudal Rusia kiga menghantam kota tenggara Zaporizhzhia. Sekitar tujuh rudal S-300 diluncurkan. , Oleksandr Starukh, kepala administrasi militer regional Zaporizhzhia mengatakan tidak ada korban dalam serangan terserbut.
Pada hari Rabu, pertahanan udara Ukraina juga mengklaim menembak jatuh sembilan drone Iran Shahed-136 di dekat Mykolaiv .
Kementerian Energi Ukraina mengatakan serangan Rusia sejak senin telah menghantam sekitar 30% infrastruktur energi di Ukraina. Ini adalah pertama kalinya sejak awal perang Rusia telah secara dramatis menargetkan infrastruktur energi.
Kementerian mengatakan salah satu alasannya sektor ini menjadi target adalah karena ekspor listrik Ukraina ke Eropa telah membantu negara-negara Eropa menghemat gas dan batu bara Rusia.
Dari Jerman dilaporkan sistem pertahanan udara IRIS-T pertama yang dijanjikan ke Kyiv telah mencapai Ukraina. Menteri pertahanan Jerman Christine Lambrecht mengatakan aka nada tiga lagi sistem ini yang akan dipasok tahun depan.
Di bagian lain Badan Keamanan Federal Rusia atau FSB pada Rabu mengatakan telah menangkap delapan orang yang dituduh terkait dengan ledakan di Jembatan Kerch. Dari jumlah itu lima adalah warga Rusia sementara tiga yang lain warga Ukraina dan Armenia. FSB mengatakan mereka bekerja di bawah koordinasi departemen intelijen utama Kementerian Pertahanan Ukraina.
Laporan FSB sebagaimana dilaporkan Kantor Berita TASS mengatakan alat peledak seberat hampir 23 metrik ton disembunyikan dalam kemasan khusus. Alat peledak telah dikirim dari pelabuhan Ukraina Odesa pada awal Agustus melalui negara-negara termasuk Bulgaria, Georgia dan Armenia. Ukraina mengatakan semua skenario yang disusun FSB sebagai kebohongan.
Seperti diketahui sebuah ledakan Sabtu 10 Oktober 2022 pagi menewaskan tiga orang dan merusak bagian jembatan Krimea. Kyiv tidak mengaku bertanggung jawab atas ledakan di jalan raya dan jalur kereta api sepanjang 19 kilometer yang dibuka pada 2018 tersebut.
Kremlin pada Rabu juga mengecam retorika nuklir yang terus dilontarkan barat. Juru Bicara kremlin Dimitry Peskov megnatakan setiap hari kepala negara Barat terus melontarkan retorika nuklir. Dia menganggap ini sebagai praktik yang merusak dan provokatif. Rusia tidak ingin mengambil bagian dalam perang retorika ini.
Retorika nuklir memang semakin tinggi di Eropa dan Amerika. Tetapi sebelumnya Presiden Vladimir Putin juga mengawalinya dengan mengeluarkan ancaman penggunaan senjata tersebut.
Presiden Amerika Joe Biden pada Selasa kembali melontarkan pendapatnya tentang potensi penggunaan nuklir oleh Rusia. Dia berpikir Putin tidak akan menggunakan senjata tersebut.
- Bank BPD Malioboro Run, Ajak Peserta Berkeliling di Kawasan Heritage
- Sebar 3500 Tiket Donasi, Sheila on 7 dan Jikustik Ramaikan Padmanaba Myuzyx 2022
- Mie Sedaap Ditarik di Beberapa Negara, Ini Kata Mendag
- Jokowi Instrksikan Mendag Tekan dan Stabilkan Harga Beras
Beberapa hari sebelumnya setelah Putin mengeluarkan ancaman penggunaan nuklir, Biden mengatakan dunia saat ini berada dalam ancaman armagedon tertinggi pasca krisis rudal kuba tahun 1961.
