Sibakul
Home

SIBAKUL JOGJA Free Ongkir Berperan Tingkatkan Omset UMKM

  • YOGYAKARTA-Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu pihak yang cukup terpukul atas dampak dari pandemi COVID-19 di wilayah DIY. Omset penjualan sebagian besar UMKM ini merosot tajam dalam beberapa bulan terakhir. Akibatnya, 44 persen UMKM terpaksa melakukan lay-off atau menekan jumlah tenaga kerja, dengan merumahkan atau melakukan pemutusan hubungan kerja.

Home
Tyo S

Tyo S

Author

YOGYAKARTA-Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu pihak yang cukup terpukul atas dampak dari pandemi COVID-19 di wilayah DIY. Omset penjualan sebagian besar UMKM ini merosot tajam dalam beberapa bulan terakhir. Akibatnya, 44 persen UMKM terpaksa melakukan lay-off atau menekan jumlah tenaga kerja, dengan merumahkan atau melakukan pemutusan hubungan kerja.

 

Atas dasar hal tersebut, Pemda DIY melakukan sejumlah langkah dalam rangka pemulihan ekonomi. Salah satunya adalah dengan memberikan rangsangan masyarakat untuk membeli produk-produk UMKM, sebagaimana SE Gubernur DIY Nomor 519/7669 tentang himbauan untuk pembelian produk-produk UMKM.

 

Sebagai tindak lanjutnya, Dinas Koperasi dan UKM DIY mengoperasionalkan kebijakan tersebut dengan memberikan insentif maupun stimulus bagi UMKM terdampak covid-19. UMKM yang menjadi mitra Dinas Koperasi UKM DIY, diberi fasilitasi bebas ongkos kirim, apabila produknya dibeli oleh konsumen.

 

Langkah ini, dibranding dengan SIBAKUL JOGJA free-ongkir. Program ini membantu produk-produk UMKM agar mudah mendapatkan pasar tanpa mendatangi konsumen atau bertransaksi secara konvensional. Semuanya ditopang melalui sistem berbasis web. Singkatnya konsumen sama sekali tidak dibebani ongkos kirim terhadap produk yang dibeli dari UMKM.

 

Ini adalah aksi nyata terhadap pemberdayaan UMKM yang terpuruk selama beberapa bulan terakhir, sekaligus melakukan pembinaan terhadap UMKM. UMKM yang berupaya bertahan di tengah pandemic COVID-19 ini difasilitasi pemasarannya melalui SIBAKUL JOGJA dan mendapatkan kemudahan bebas ongkos kirim atau free-ongkir.

 

Langkah ini justru disambut hangat oleh UMKM yang berada di wilayah DIY, untuk berbondong-bondong mendaftar ke Dinas Koperasi & UKM, secara online. Bahkan hingga pertengahan Juni, sudah terdapat 300 UMKM yang mendapat fasilitas free-ongkir. Sementara sekitar 50 hingga 100 UMKM dalam proses kurasi oleh tim inventory Dinas Koperasi UKM DIY.

 

Salah satu yang UMKM yang merasakan dampak positif dari kehadiran SIBAKUL JOGJA ini Nayo Yogurt. UMKM yang berbasis di Dusun Krekah, Gilangharjo, Pandak, Bantul ini justru mengalami peningkatan omset hingga 300 persen sejak adanya pandemi COVID-19.

 

“Adanya SIBAKUL JOGJA ini sangat memberikan pengaruh yang signifikan dalam pesanan yogurt saya. Biasanya konsumen yang kebanyakan berada di Jogja kota sering keberatan dengan adanya ongkos kirim ini, apalagi saya tinggal di Bantul bagian selatan,” ungkap Betty Dwiningsih, owner Nayo Yogurt.

 

Hingga pertengahan Juni 2020, SIBAKUL JOGJA fee ongkir ini mencapai senilai 40 juta mampu memutar bisnis perekonomian masyarakat (konsumen, UMKM, dan ojek online) senilai hampir Rp 240 juta atau enam kali lipatnya. Artinya, skema pemberdayaan UMKM ini, menjadi jawaban untuk pemulihan ekonomi bagi kalangan bawah yang masih berkeinginan untuk terus berjuang melewati masa pandemi COVID-19. (*)