
Status 'Famili Lain' pada PPDB Jalur Zonasi Radius Tahun ini Dilarang
- YOGYA, Jogjaaja.com Forum Pemantau Indepeden (Forpi) Kota Yogyakarta menyambut baik dengan dilarangnya status 'famili lain' dalam Kartu Keluarga atau KK pada Pe
Jogja
YOGYA, Jogjaaja.com Forum Pemantau Indepeden (Forpi) Kota Yogyakarta menyambut baik dengan dilarangnya status 'famili lain' dalam Kartu Keluarga atau KK pada Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB Tahun 2024/2025 ini khusunya untuk jalur zonasi radius atau dulunya bernama jalur zonasi wilayah.
Kuota sebanyak 15% dipertuntukan bagi siswa untuk menuju jenjang Sekolah Menengah Pertama atau SMP Negeri di Kota Yogyakarta. Artinya yang ada dalam KK hanya anak kandung atau cucu. Selain itu tidak dibolehkan khusus untuk jalur zonasi radius.
Baharuddin Kamba, Anggota Forpi Kota Yogyakarta mengatakan, ini merupakan terobosan baru pada PPDB tahun ini. Layak diapresiasi. Karena menumpang kartu keluarga hanya demi mengakali PPDB agar masuk pada "sekolah-sekolah favorit".
"Meskipun status 'famili lain' telah dilarang namun pengawasan secara ketat tetap dilakukan agar tidak ada temuan status 'famili lain' dalam KK seperti temuan Forpi Kota Yogyakarta tahun-tahun sebelumnya," katanya, Selasa (21/5/2024).
Forpi Kota Yogyakarta akan melakukan pemantauan terhadap proses PPDB tahun ini selain membuka posko aduan dan informasi PPDB.
- Gantikan Riko Abdurrahman, Vira Widyasari Jadi Country Manager Visa Indonesia
- Pertumbuhan Kredit Perbankan Maret Seret Dibanding Februari
- Kerusuhan SMK Muhammadiyah Dengan Sekolah Lain, Ini Respons Muhammadiyah
"Nitip Kartu Keluarga jelas merupakan perbuatan curang dan merugikan siswa yang betul-betul merupakan warga setempat. Karena dikalahkan oleh siswa dengan status 'famili lain'. Ini yang harus nantinya dijadikan salah satu titik tekan dalam pengawasan selama proses PPDB berlangsung," pungkasnya.
