
Survei CORE: Sejak Pakai OVO, 70 Persen UMKM Alami Peningkatan Penjualan
- Hasil survei Center of Reform on Economics (CORE) menunjukkan 70% UMKM mengalami peningkatan penjualan sejak menggunakan dompet digital OVO.
Ekonomi, Fintech & UMKM
JAKARTA – Hasil survei Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia menunjukkan bahwa 70% Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengalami peningkatan penjualan sejak menerima pembayaran melalui dompet digital PT Visionet Internasional (OVO).
Dari survei tersebut pun disebutkan bahwa selama pandemi COVID-19, sebanyak 82% UMKM merasa terbantu oleh ekosistem PT Grab Teknologi Indonesia (Grab) dan OVO.
Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi menjelaskan bagaimana ekosistem Grab dan OVO mampu menjadi penggerak utama transformasi digital kepada jutaan UMKM dan mitranya.
Neneng mengatakan, melalui pemanfaatan teknologi, peningkatan soft-skill, dan dukungan jaringan ekosistem Grab yang luas, para pelaku UMKM dapat meningkatkan produktivitas untuk berkembang dan bersaing di era ekonomi digital.
“Dengan bekal keterampilan digital, kami berharap para mitra UMKM dapat membangun ketahanan bisnis yang baik serta mendapatkan peluang pendapatan baru berkat akses ke pasar yang lebih luas,” ujar Neneng dalam Kuliah Umum dan Diskusi Panel Digitalisasi UMKM: Daya Dorong Ekosistem Digital & Demokratisasi Ekonomi Indonesia, Selasa, 8 Maret 2022.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra pun menyampaikan bergabungnya UMKM dalam ekosistem digital OVO telah membawa berbagai peluang yang menguntungkan.
Dalam survei yang dilakukan CORE Indonesia bersama OVO terhadap 2.001 pelaku UMKM mitra OVO, tercatat adanya peningkatan pendapatan bulan hingga 27% dan 30% untuk pendapatan harian.
Menurut Karaniya, data tersebut menunjukkan potensi besar ekosistem digital dalam mendorong demokratisasi ekonomi nasional di sektor UMKM. Karaniya menambahkan, saat ini OVO sudah memiliki lebih dari 1,3 juta merchant yang terhubung dengan QRIS dan 95% di antaranya merupakan UMKM.
“Survei CORE tersebut memetakan dampak positif ekosistem digital terhadap inklusi keuangan pelaku UMKM, di mana 85% pelaku mulai mengenal layanan perbankan sejak menerima OVO, dan 68% memiliki akses lebih luas terhadap layanan keuangan,” kata Karaniya.
Pendiri CORE Indonesia Hendri Saparini menjelaskan bagaimana digitalisasi telah menyelamatkan Indonesia selama pandemi berlangsung dan menciptakan peluang untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
Di tengah keterbatasan mobilitas masyarakat karena pandemi COVID-19, konsumsi rumah tangga tetap menjadi salah satu penyumbang terbesar dalam pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurut Hendri, digitalisasi dapat membantu UMKM untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional. Berkat adanya platform digital, keuntungan bisa dirasakan baik oleh masyarakat maupun UMKM.
- Cuma 30 Detik, Koin Kripto Leslar Senilai Rp3,1 Miliar Ludes Terjual
- Mumpung Akhir Pekan, Yuk ke Pasar Kangen Jogja
- Sebelum Menonton The Batman versi Robert Pattinson, Ini Rekomendasi Film Menarik Lainya
“Pemerintah Indonesia perlu terus mendorong investasi skala kecil menengah sebagai upaya menciptakan lapangan pekerjaan. Hal ini bisa dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat hingga UMKM dapat terus bergerak dan naik kelas,” kata Hendri. (*)
