News

Tak Banyak yang Tahu, Dahulunya Ayam adalah Hewan yang Dipuja

  • YOGYA, Jogjaaja.com -Hari ini, sangat mudah menjumpai makanan atau camilan yang berbahan dasar daging ayam.Unggas ini memang begitu populer. Dagingnya dapat dio
News
Ties

Ties

Author

YOGYA, Jogjaaja.com -Hari ini, sangat mudah menjumpai makanan atau camilan yang berbahan dasar daging ayam.

Unggas ini memang begitu populer. Dagingnya dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan yang digandrungi manusia.

Namun, tahukah Anda, bahwa dulunya ayam adalah hewan yang dipuja?
Dahulu, nenek moyang ayam modern yang kita kenal sekarang ini adalah hewan peliharaan yang “dihormati dan dipuja”.

Seperti Kakaktua atau burung peliharaan lainnya, ayam awalnya juga dipelihara untuk dinikmati eksotismenya.

Mengutip sebuah studi yang terbit di Proceedings of National Academy of Sciences pada 8 Juni 2022 lalu, peneliti menenukan bahwa sebelum dikonsumsi, ayam adalah binatang domestikasi yang menjadi teman manusia.

Mereka memiliki tampilan dan suara yang lebih khas, tidak tumbuh secepat ayam modern pada hari ini, dan berukuran hanya sepertiga ayam sekarang.

“Ayam, pada awalnya, adalah hewan yang menakjubkan,” kata rekan penulis studi ini, Greger Larson, direktur jaringan penelitian paleogenomik dan bio-arkeologi di University of Oxford, dikutip dari LiveScience, Jumat (17/6/2022).

"Sementara orang hari ini berebut untuk memakan apa saja darinya,” imbuhnya.

Larson menjelaskan, sebelum ayam didomestikasi seperti hari ini (Gallus domesticus), manusia lebih dulu mengenal nenek moyangnya: unggas hutan merah (Gallus gallus) dari Asia Tenggara.

Katanya, burung hutan ini memiliki asal usul yang kurang jelas. Hal ini karena kerja-kerja arkeologis di Asia Tenggara sangat sulit, mengingat dominannya hutan lebat, yang membuat artefak kecil seperti tulang ayam sulit terlihat.


Biasanya, tulang-tulang kecil seperti ayam ini tertimbun oleh fosil-fosil mamalia, manusia, atau temuannya lainnya yang berukuran lebih besar.


“Akibatnya, lapisan tanah di mana tulang ayam ditemukan mungkin tidak secara akurat mewakili usia tulangnya,” kata penulis lain, Joris Peters, arkeolog di Ludwig Maximilian University of Munich.

Penelitian ini memperkirakan, manusia dan ayam mungkin telah hidup berdampingan sekitar 3.500 tahun.

Pada tahun 1.500-an SM, ketika orang-orang di Asia Tenggara mulai menanam padi dan biji-bijian, peneliti menduga ini adalah awal pertemuan mereka dengan Si Unggas Merah. (Eff)