<p>Emiten jasa angkutan laut PT Pelita Samudera Shipping (PSSI) / Dok. Perseroan</p>
Ekonomi, Fintech & UMKM

Tak Cuma Batu Bara, Pelita Samudera Shipping Bakal Angkut Nikel dan Bauksit

  • Direktur Pelita Samudera Shipping Harry Tjhen mengatakan perseroan telah menyiapkan rencana penambahan kapal tongkang dan tunda sebanyak 3-5 set pada awal 2022. Perseroan menyiapkan dana hingga US$20 juta-US$30 juta untuk ekspansi bisnis tersebut.
Ekonomi, Fintech & UMKM
Tyo S

Tyo S

Author

JAKARTA, Jogjaaja.com - PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSS) fokus melakukan diversifikasi untuk menggenjot komoditas nikel dan bauksit pada 2022 mendatang. Tak tanggung-tanggung, PSSI siap  menambah armada baru pada tahun depan.

Direktur Pelita Samudera Shipping Harry Tjhen mengatakan perseroan telah menyiapkan rencana penambahan kapal tongkang dan tunda sebanyak 3-5 set pada awal 2022. Perseroan menyiapkan dana hingga US$20 juta-US$30 juta untuk ekspansi bisnis tersebut.

Ekspansi bisnis ini, kata Herry, sejalan dengan prediksi melejitnya komoditas nikel dan bauksit pada 2022. Dua komoditas itu diklaim bisa mengerek kinerja pengangkutan emiten pelayaran ini.

“Akan lebih stabil dibanding tahun 2021 dan diversifikasi kargo selain batu bara, yakni Nikel dan bauksit, serta mineral lainnya,” papar Herry dalam paparan publik, seperti dikutip dari Trenasia.com, jejaring media Jogjaaja.com pada Minggu, 24 Oktober 2021

Baca Juga:

Mau Nonton Drakor Start Up yang Dibintangi Kim Seon Ho? Buka di Sini Linknya

Ini Pesan Jack Ma Agar Percaya Diri dalam Karir dan Bisnis

Walau Sudah Tamat, Hometown Chachacha Masih Diminati

Langkah awal diversifikasi ini telah dilakukan perseroan pada tahun ini. Herry menyebut sebanyak 20% armada yang dimiliki perseroan kini telah masuk dalam jasa pengangkutan nikel dan bauksit.

“Jadi 20 persen armada PSSI sudah mulai memasuki bisnis nikel dan bauksit sehingga kami yakin dengan diversifikasi bisnis ke angkutan non batu bara, diharapkan bisnis perseroan dapat lebih sustainable,” ungkap Herry.

Tidak hanya itu, ekspansi yang dilakukan PPSI pada 2022 juga merambah pada aksi joint venture. Kendati demikian, Herry belum membeberkan secara rinci rencana bisnis tersebut.

“Masih direncanakan di Semester 1 2022,” kata Herry menanggapi adanya potensi joint venture.

Penambahan armada dilakukan PSSI seiring adanya ekspansi ke negara-negara di Asia Pasifik. Herry bilang perseroan tengah menyiapkan utilisasi motor vechile (MV) untuk keperluan ekspor tersebut.

“Ekspansi Internasional di negara-negara Asia Pasifik, dan saat ini kapal MV Perseroan sudah mulai masuk hingga Rusia dan teluk Persia. Utilisasi 4 MV yang digunakan untuk eksport masih 100 persen. Saat ini PSS masih melihat supply and demand dari pergerakan harga komoditas,” papar Herry.

Di tahun ini, PSSI memasang target pertumbuhan bisnis yang tinggi. Hal ini tercermin dari target pertumbuhan pendapatan double digit 43% year on year (yoy) pada 2021. 

Dengan ramainya arus barang, emiten bersandi PSSI ini menaksir pendapatan perseroan bakal menyentuh US$97,8 Juta atau Rp1,3 triliun (asumsi kurs Rp14.230 per dolar Amerika Serikat) pada tahun ini. (*)